Ekspedisi BBN 2007
Pesisir Barat Sulawesi nan Memukau
Jumat, 03 Agu 2007 16:52 WIB
Parepare - Seperti hendak membalas keganasan Trans Sulawesi yang menghubungkan Donggala-Mamuju, jalur Mamuju-Parepare menawarkan keindahan. 15 Mobil Tim Ekspedisi BBN 2007 menyusuri jalan berliku-liku di tepi pesisir barat Sulawesi.Itulah yang dirasakan Tim Ekspedisi BBN 2007 pada hari keempat ekspedisi, Jumat (3/8/2007).Setelah dilepas di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Mamuju, pukul 10 Wita, tim bergerak ke arah selatan. Dikawal oleh mobil polisi dan PLN Sulserabar, tim menuju Kabupaten Majene.Memasuki Kabupaten Majene, saat Shalat Jumat pun tiba. Tim berhenti sementara, menyilakan anggota tim yang beragama Islam menjalankan kewajibannya.Usai Shalat Jumat, 15 mobil Toyota berbahan bakar campuran fosil dan nabati itu terus menuju kabupaten berikutnya, Polewali Mandar. Mobil-mobil tim terlihat seperti semut beriringan di jalan yang berada persis di pinggir laut.Laut yang terletak di sisi kanan mobil merupakan Selat Makassar yang memisahkan Pulau Sulawesi dengan Kalimantan. Lautnya tenang dan tidak berombak tinggi seperti Samudera Hindia.Sekilas pemandangannya mirip ketika menyusuri jalan Lintas Sumatera ketika berada di pinggir Danau Singkarak, Sumatera Barat. Ada juga orang yang menjual ikan asap di pinggir jalan. Bedanya, jika Singkarak adalah danau, kali ini laut. Jika Singkarak dijual ikan asap yang disebut 'bilih', maka di pinggir jalan menuju Polewali dijual ikan asap jenis ikan terbang.Terlihat juga hutan bakau berdiri kukuh walau di sana-sini pemukiman berdiri. Semakin ke selatan, ke Polewali, pemukiman semakin padat. Dan tim pun masih terus menyusuri pantai menuju kota kelahiran BJ Habibie, Parepare.
(aba/nrl)











































