IPDN Tak akan Minta Maaf di Media Massa Soal Pengeroyokan

IPDN Tak akan Minta Maaf di Media Massa Soal Pengeroyokan

- detikNews
Jumat, 03 Agu 2007 15:31 WIB
Sumedang - IPDN tidak akan meminta maaf secara resmi di media massa cetak dan elektronik terkait kasus penganiayaan praja IPDN terhadap warga Jainangor. Sebab permintaan maaf sudah dilakukan saat warga Jatinangor berunjuk rasa Rabu 1 Agustus lalu.Hal itu disampaikan Plt Rektor IPDN, Johanis Kaloh usai acara wisuda di Gedung Rektorat IPDN, Jalan Raya Jatinangor, Sumedang, Jumat (3/8/2007)."Loh kita sudah sampaikan permintaan maaf kepada keluarga dan warga di depan yang demo waktu itu. Banyak media kan yang meliput, nah itu kan sama saja dipublikasikan untuk umum," ujar Johanis.Lebih jauh, Kaloh mengatakan, pihaknya menyerahkan persoalan ini kepada kepolisian. Menurutnya, praja yang terbukti bersalah harus diproses sesuai hukum yang berlaku."Kami juga minta maaf untuk itu," katanya.Sebelumnya pada aksi unjuk rasa dua hari lalu, Ratusan warga dan tukang ojek Jatinangor menuntut IPDN meminta maaf kepada warga dan dimuat di media cetak dan elektronik. Mereka memberi waktu 2 x 24 jam (terakhir hari ini-red), tuntutan itu dilaksanakan. Tuntutan tersebut terkait kasus pengeroyokan yang dilakukan sejumlah praja IPDN terhadap warga Jatinangor. Peristiwa itu menyebabkan Wendi, yang berprofesi sebagai tukang ojek, meninggal dunia. Warga mengancam akan demo besar-besaran jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.Sementara itu dihubungi melalui telepon, Korlap aksi warga, Wahyu, mengaku pihaknya masih belum merencanakan ada aksi susulan. "Nanti akan kami bahas dulu. Kalau ada aksi turun ke jalan, kami beritahu," ujarnya. (ern/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait