Sutiyoso: Saya Nggak Pernah Minta Doktor HC
Jumat, 03 Agu 2007 12:23 WIB
Jakarta - Sejumlah akademisi dan ormas menolak Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mendapat gelar doktor Honoris Causa (HC) yang diberikan oleh Universitas Diponegoro Semarang.Sutiyoso, pria kelahiran Semarang, menganggap penolakan itu hanya dari orang-orang yang tidak suka dengan dirinya."Honoris Causa, saya nggak pernah minta. Saya hargain. Biasalah ada orang-orang yang nggak suka dengan saya. Kan biasa," ujarnya usai meninjau Rusun Dakota di Kelurahan Kebun Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2007)Puluhan elemen masyarakat menggugat Universitas Diponegoro, Semarang karena akan memberikan gelar Doktor Honoris Causa (HC) pada Sutiyoso. Gelar ini akan diserahterimakan secara resmi Sabtu 4 Agustus besok.Surat Keputusan Rektor tentang penganugerahan Doktor HC pada Sutiyoso sudah turun sejak 27 Juli 2007 lalu. Undip dalam SK tersebut menilai Sutiyoso telah berhasil mengembangkan Jakarta menjadi kota megapolitan dan memberikan ruang pada sektor riil dan usaha kecil menengah (UKM).Padahal menurut data kelompok pemrotes, Sutiyoso dalam kepemimpinannya dari tahun 2000-2005 Sutiyoso telah mengeluarkan izin lebih dari 3 juta meter persegi untuk pusat perbelanjaan dan properti.Akademisi yang ikut menandatangani surat terbuka ini antara lain ahli ekonomi Faisal Basri, anggota Ikatan Arsitek Indonesia Ine Rivayantina, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Karlina Supeli, dosen planologi Universitas Tarumanegara Taryono Herlambang, dosen arsitektur Universitas Pelita Harapan Dewi Susanti serta dosen planologi Universitas Trisakti Yayat Supriyatna.Sedangkan beberapa ormas yang tergabung dalam kelompok ini selain LBH Jakarta, adalah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Indonesia Corruption Watch (ICW), dan Urban Poor Consortium (UPC).
(ziz/nrl)











































