IPDN Enggan Minta Maaf di Media
Jumat, 03 Agu 2007 11:42 WIB
Sumedang - Hari ini adalah batas waktu rektor IPDN untuk meminta maaf kepada warga Jatinangor yang dimuat di media cetak dan elektronik. Namun Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh mengklaim, hal itu sudah dilakukan saat IPDN meminta maaf di hadapan ratusan pengunjuk rasa dua hari lalu, Rabu (1/8/2007)."Loh kita sudah sampaikan permintaan maaf kepada keluarga dan warga di depan yang demo waktu itu. Banyak media kan yang meliput, nah itu kan sama saja dipublikasikan untuk umum," ujar Johanis saat ditanya tuntutan warga mengenai permohonan maaf di media cetak dan elektronik, usai acara wisuda di Gedung Rektorat IPDN, Jalan Raya Jatinangor, Sumedang, Jumat (3/8/2007).Jika dalam proses penyidikan kepolisian terbukti ada kesalahan praja, menurut Johanis, hal itu diserahkan kepada proses hukum. "Kami juga minta maaf untuk itu," kata dia.Sebelumnya pada aksi unjuk rasa dua hari lalu, ratusan warga dan tukang ojek Jatinangor menuntut IPDN meminta maaf kepada warga dan dimuat di media cetak dan elektronik. Mereka memberi waktu 2x24 jam (terakhir hari ini-red), tuntutan itu dilaksanakan. Jika tidak, mereka mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak lagi.Sementara itu dihubungi melalui telepon, Korlap aksi warga, Wahyu, mengaku pihaknya masih belum merencanakan melakukan aksi susulan. "Nanti akan kami bahas dulu. Kalau ada aksi turun ke jalan, kami beritahu," ujar dia.
(ern/asy)











































