Akademisi dan Ormas Tolak Sutiyoso Digelari Doktor HC Undip
Jumat, 03 Agu 2007 11:23 WIB
Jakarta - Puluhan elemen masyarakat yang terdiri dari 12 akademisi dan 41 organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam 'Warga Jakarta yang Prihatin' menggugat Universitas Diponegoro, Semarang.Mereka menggugat karena memberikan gelar Doktor Honoris Causa (HC) pada Sutiyoso yang akan diserahterimakan secara resmi Sabtu 4 Agustus besok. Surat Keputusan Rektor tentang penganugerahan Doktor HC pada Sutiyoso sudah turun sejak 27 Juli 2007 lalu. Menurut kelompok ini, pemberian gelar tersebut telah mencemarkan dunia akademik. Undip dalam SK tersebut menilai Sutiyoso telah berhasil mengembangkan Jakarta menjadi kota megapolitan dan memberikan ruang pada sektor riil dan usaha kecil menengah (UKM).Padahal menurut data kelompok ini, Sutiyoso dalam kepemimpinannya dari tahun 2000-2005 Sutiyoso telah mengeluarkan izin lebih dari 3 juta meter persegi untuk pusat perbelanjaan dan properti.Angka ini 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan izin yang diberikan pada kurun waktu tahun 1962-1997. "Di era kepemimpinan Sutiyoso secara total, pertumbuhan pasar tradisional negatif, sampai minus 8,4 persen. Sedangkan pertumbuhan hipermarket mencapai 31,4 persen," kata Direktur LBH Jakarta Asfinawati dalam pembacaan surat terbuka untuk Rektor dan Senat Undip, di kantor LBH Jakarta, Jl Mendut nomor 3, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2007).Kelompok ini takut apabila gelar HC jadi diberikan, akan memberikan preseden buruk terhadap dunia pendidikan dan pembangunan."Padahal mantan Rektor Undip Eko Budiharjo saat menjadi rektor ikut menandatangani forum keprihatinan akademisi yang isinya mengecam dan menghentikan penggusuran yang dilakukan Pemda DKI," ujar Asfina.Akademisi yang ikut menandatangani surat terbuka ini antara lain ahli ekonomi Faisal Basri, anggota Ikatan Arsitek Indonesia Ine Rivayantina, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Karlina Supeli, dosen planologi Universitas Tarumanegara Taryono Herlambang, dosen arsitektur Universitas Pelita Harapan Dewi Susanti serta dosen planologi Universitas Trisakti Yayat Supriyatna.Sedangkan beberapa ormas yang tergabung dalam kelompok ini selain LBH Jakarta, adalah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Indonesia Corruption Watch (ICW), dan Urban Poor Consortium (UPC).
(nwk/nrl)











































