Rasa Bangga Orangtua Praja IPDN Saat Wisuda Memudar

Rasa Bangga Orangtua Praja IPDN Saat Wisuda Memudar

- detikNews
Jumat, 03 Agu 2007 10:39 WIB
Bandung - Suasana wisuda praja IPDN kali ini dinilai sangat memprihatinkan. Sejumlah orangtua praja mengaku kebanggaan mereka perlahan-lahan surut.Pada tahun-tahun sebelumnya, acara wisuda praja IPDN selalu dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dan esok harinya dilanjutkan pengukuhan dilakukan oleh Presiden.Namun untuk tahun ini, wisuda hanya dipimpin oleh Plt Rektor IPDN, Johanis Kaloh. Sedangkan pengukuhan yang akan diselenggarakan Sabtu 4 Agustus, cukup dilakukan oleh Mendagri.Sejumlah orangtua praja IPDN yang ikut wisuda mengaku prihatin dengan kondisi ini. Mau tidak mau, hal ini membuat rasa bangga mereka perlahan luntur. "Kebanggan yang dulu muncul secara agung sekarang mulai memudar karena adanya kasus-kasus di IPDN. Apalagi kali ini Presiden tidak mengukuhkan wisudawan IPDN," kata Syamsul Anwar Harahap, orangtua dari praja Leo Yudiantara Harahap.Syamsul yang juga mantan petinju nasional ini mengatakan, perasaannya saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Dulu saat anaknya yang lain (kakaknya Leo) di wisuda pada tahun 2005, dirinya merasa sangat bangga. Anaknya diwisuda oleh Mendagri dan dikukuhkan oleh Presiden. "Saya melihat memudarnya IPDN karena adanya serangan yang gencar dan perhatian yang tajam dari masyarakat. Saya harap lembaga ini bisa memperbaiki diri ke depannya agar kebanggan yang dulu pernah ada muncul kembali," ungkap juara tinju Asia ini.Meski demikian Syamsul mengaku tidak menyesal memasukan anaknya ke IPDN. Menurutnya, hal ini demi masa depan yang lebih baik."Saya memasukannya ke sini karena menginginkan anak saya punya ilmu yang tnggi untuk masa depan dia. Saya sebagai petinju juara Asia tidak sekali pun mengajari anak saya bertinju," ungkap Syamsul. (djo/nrl)


Berita Terkait