Saksi Asing Soal Korupsi VLCC Dipanggil Setelah Pilkada DKI

Saksi Asing Soal Korupsi VLCC Dipanggil Setelah Pilkada DKI

- detikNews
Kamis, 02 Agu 2007 19:45 WIB
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Departemen Luar Negeri (Deplu) telah mengirimkan surat panggilan kepada 6 institusi yang berada di luar negeri. Mereka akan dipanggil sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan kapal tanker VLCC setelah Pilkada DKI."Deplu sudah mengirim surat panggilannya. Mereka dipanggil setelah Pilkada," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus M Salim pada detikcom, Kamis (2/8/2007).Menurut Salim, saksi-saksi dari luar negeri yang akan dipanggil untuk kasus yang diduga merugikan 56 juta dollar ini antara lain berkantor di Singapura dan Korea. "Itu ada 6 lembaga. Seperti Frontline, Goldman Sach, dan Hyundai Heavy Industries (HHI)," ujarnya.Sementara itu, Direktur Perjanjian Politik, Keamanan dan Kewilayahan Deplu, Arif Hafaz Oegroseno, membenarkan pengiriman surat panggilan ini. Setelah pihaknya menerima surat dari Kejagung, mereka langsung mengirimkan surat panggilan ini melalui kantor diplomatik."Panggilan untuk VLCC sudah kita kirim. Ada beberapa tapi jumlahnya saya lupa. Ada yang di Singapura, Korea, bahkan Afrika," imbuhnya.Pada November 2002, Pertamina memesan 2 kapal tanker berbobot 260 ribu ton ke HHI. Dua tahun kemudian, Pertamina memutuskan untuk menjualnya karena berperkara dengan Karaha Bodas Company. Kapal ini terjual seharga 184 juta dollas AS.Pada saat penawaran kapal, Goldman Sach bertindak sebagai konsultan keuangan. Dan Frontline Ltd keluar sebagai pemenang tender. (fay/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads