Menhut Vs Polri Cuma Untungkan Cukong Illegal Logging
Kamis, 02 Agu 2007 16:10 WIB
Jakarta - Perseteruan antara Departemen Kehutanan (Dephut) dengan Polri soal pemberantasan illegal logging dinilai hanya menguntungkan para cukong kayu yang selama ini menjarah hutan Indonesia. Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak Dephut dan Polri membangun koordinasi yang lebih baik dalam memberantas pembalakan liar."Ketidakharmonisan Dephut dan Polri, juga instansi terkait lainnya, justru menguntungkan para cukong illegal logging. Karena itu kami mendesak komunikasi antar kedua lembaga itu ditingkatkan," kata Ketua Umum PB HMI Fajar R Zulkarnaen dalam jumpa pers di Kantor PB HMI Jl Diponegoro Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2007).PB HMI juga meminta Presiden SBY tidak tinggal diam menghadapi perseteruan kedua lembaga itu. "Kami meminta Presiden lebih serius dalam upaya pemberantasan illegal logging dengan cara meningkatkan koordinasi instansi-instansi terkai demi terciptanya kesamaan persepsi dan gerakan yang terpadu antar instansi tersebut," ujarnya.Menurut Fajar, tidak selayaknya antar instansi pemerintah terjadi persaingan yang tidak sehat di dalam memperjuangkan tujuan yang sama, seperti pemberantasan illegal logging. "Apalagi, masing-masing instansi sudah memiliki kewenangannya sendiri. Kewenangan-kewenangan ini harus dipadukan agar saling menunjang, bukan justru saling tindih," sebutnya.Dalam soal kehutanan, katanya, tentunya Dephut yang membuat aturannya. Sebagai penindak, tambah Fajar, sudah semestinya Polri mengacu pada aturan yang dibuat Dephut. "Ini bukan berarti kami membela Dephut. Tetapi semestinya mekanismenya seperti itu. Dalam kasus pemberantasan illegal logging polisi berperan sebagai penindak, bukan pembuat kebijakan," tegasnya.Di lain sisi, PB HMI juga menyoroti sedikitnya kasus pembalakan liar yang diproses hukum hingga tuntas. Fajar mengatakan, hingga 2007 tercetat hanya 190 kasus yang diproses. Dari jumlah itu hanya sepuluh kasus yang sampai pengadilan. "Dari sepuluh tersangka, sembilan diantaranya lolos," tandasnya.
(bal/fay)











































