Mudrick: Kasus SBY vs Zaenal Bak Buah Simalakama
Kamis, 02 Agu 2007 16:36 WIB
Solo - Mudrick S Sangidoe mengibaratkan kasus perseteruan antara SBY dengan Zaenal Ma'arif layaknya mengahadapi buah simalakama. Jika selesai di luar pengadilan maka akan terus menyisakan persoalan, namun jika dibawa ke pengadilan maka wibawa Presiden akan turun.Hal tersebut disampaikan Mudrick usai menerima Zaenal Ma'arif di rumahnya di Kampung Kartopuran, Solo, (2/8/2007). Menurutnya penyelesaian secara islah sebelum sampai ke persidangan akan lebih mengutamakan penyelesaian manusiawi yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat.Namun menurutnya, jika penyelesaian yang dipilih adalah cara itu maka selanjutnya akan terus menyisakan persoalan. Persoalan itu akan terus menggantung tanpa diketahui mana yang benar. Seluruh rakyat Indonesia akan dibebani pertanyaan itu selamanya mengingat kasus itu menimpa para pemimpin negara."Rakyat sudah terlalu sering dibohongi. Sebelumnya sudah ada kasus perseteruan antara Amien Rais dengan SBY yang memanas hingga direspon luas masing-masing pendukungnya, akhirnya juga selesai dalam dalam pertemuan 12 menit. Yang benar hingga sekarang juga terus menggantung," paparnya.Sedangkan mengenai kasus SBY vs Zaenal, menurut Mudrick, akan jauh lebih riskan. Ini mengingat sebelumnya isu itu pernah dilontarkan oleh R Hartono pada tahun 2004 dan kemudian hilang begitu saja tanpa ada penjelasan memadai tentang kebenarannya. Jika saat ini juga didiamkan maka rakyat akan semakin terbenani kebingungan.Menurutnya, langkah yang paling tepat adalah diselesaikan di pengadilan dengan menunjukkan bukti-bukti yang ada. Setelah terbukti mana yang benar dan yang salah, bisa saja kedua pihak yang berseteru melakukan islah. Dengan demikian semua pertanyaan tentang kasus itu telah terjawab."Namun penyelesaian dengan cara ini juga bukan tanpa resiko. Presiden harus datang langsung ke pengadilan, menjawab semua pertanyaan hakim, jaksa dan pengacara. Ini bisa mengganggu kewibawanya. Apapun dia adalah Presiden kita semua," papar Mudrick yang juga tim sukses SBY pada Pilpres 2004 lalu."Saat bertemu berdua tadi saya tanya apakah bukti-bukti yang dipegangnya cukup kuat, Zaenal menjawab ya. Menurut Zaenal kasus ini persoalan serius tanpa menjelaskan lagi. Dia juga tidak bersedia menunjukkan bukti-buktinya. Kepadanya saya hanya berpesan agar tetap berhati-hati," lanjut Mudrick.Sebelum meninggalkan rumah Mudrick, Zaenal Ma'arif juga tetap menegaskan dirinya siap melakukan islah dengan SBY dengan dasar perintah agama bahwa sesama muslim tidak boleh berseteru lebih dari tiga hari. Namun demikian dia tetap menyatakan kesiapan jika kasus tersebut dibawa ke meja hijau.Zaenal juga tetap berkeras tidak mau memaparkan bukti-bukti apa yang dimilikinya sehingga dia begitu yakin. Dia berkilah semua bukti itu telah diserahkan ke pimpinan DPR, MPR dan MK. Wartawan dimintanya untuk bertanya kepada pimpinan lembaga-lembaga itu jika ingin mengetahuinya.
(mbr/djo)











































