Menkes Diajak Makan Tempe Gembus
Kamis, 02 Agu 2007 13:50 WIB
Magelang - Kesimpulan sementara Menkes Siti Fadilah Supari bahwa penyakit misterius yang menyerang warga Desa Beran, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, akibat keracunan tempe gembus, meresahkan warga setempat.Warga setempat bahkan mengundang Menkes untuk makan tempe gembus untuk membuktikan bahwa tempe yang gurih jika digoreng itu tidak bermasalah."Pernyataan menteri tersebut kami akui memang meresahkan warga. Karena selama ini memang ada warga yang mengonsumsi tempe gembus, tapi kenyataannya mereka tidak sakit," ujar Kepala Dusun Beran Yanto (28), Kamis (2/8/2007)."Kalau Bu Menteri mau datang ke sini, kami siap menerima. Dan kami akan mengampanyekan makan tempe gembus bareng-bareng," imbuh Yanto di kediamannya.Konsumsi makan tempe gembus tidak terganggu setelah muncul analisis tempe gembus diduga kuat pemicu penyakit misterius yang menewaskan 10 orang. Penjual tempe gembus di pasar desa tetap beroperasi normal.Sementara itu, semua penderita penyakit misterius yang dirawat di RS Grabag maupun RSU Tidar Kota Magelang, telah kembali ke rumah masing-masing. Empat pasien terakhir yang meninggalkan RSU Tidar adalah Botok, Sukini, Kabul dan Suyitno.Keempat orang itu diantar dengan ambulans pada pukul 12.00 WIB dan diperkirakan tiba di rumah pukul 15.00 WIB. Namun semua pasien harus kontrol kesehatan setiap 3 hari sekali.Hari ini tim relawan kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan mengambi sampel tinja penduduk untuk diteliti.
(nrl/sss)











































