Pimpinan Baru KPK Jangan Jadi Kotak Pos
Kamis, 02 Agu 2007 13:27 WIB
Jakarta - Mayoritas pimpinan KPK mendatang dipastikan akan diisi wajah-wajah baru. Seiring dengan itu, fokus dan pembagian bobot tugas lembaga negara juga akan diperbaharui. Jangan jadi kotak pos lagi. Demikian papar Men PAN Taufik Efendi, selaku ketua Tim Panitia Seleksi Pimpinan KPK, usai diterima Kepala Negara di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/8/2007)."Jangan sampai KPK menjadi kotak pos lagi. Kemarin dia menjadi kotak pos, menerima pengaduan dari segala macam penjuru angin. Tapi kan tidak mungkin dia mengerjakan itu semua," ujar Taufik. Banyaknya pengaduan yang belum sempat tertangani, membuat banyak pihak kecewa dengan kinerja KPK dan akhirnya muncul isu 'tebang pilih'. Padahal siapa pun juga tidak mungkin menuntaskan proses hukum 26 ribu kasus dalam tempo lima tahun. Maka, untuk KPK 'baru' nanti, perlu disusun target realistis tentang jumlah dugaan tindak pidana korupsi yang harus menjadi prioritas untuk diselesaikan dalam setiap tahun-nya. Sehingga nanti ada tolok ukur yang jelas dalam menilai kinerja KPK. "Nanti saya konsultasikan dengan DPR. Misalnya ada 40, 60 atau 100 kasus jadi target utama. Selain itu harus jelas fokusnya, ini kasus yang mau dikejar asset recovery atau orangnya," sambung menteri.
(lh/asy)











































