Amien Rais di Belakang PAN Cabut Dukungan Amandemen UUD
Kamis, 02 Agu 2007 07:47 WIB
Jakarta -
Mantan Ketua MPR yang juga mantan Ketua Umum DPP PAN Amien Rais memiliki peran penting dalam keputusan DPP PAN mencabut dukungan terhadap usulan amandemen UUD 45. Ada memo Amien sebelum DPP PAN memutuskan mencabut dukungan. Memo Amien Rais ini ditulis pada 22 Juli 2007 dengan tulisan tangan dan ditujukan kepada Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir. Memo ini sebenarnya bukan sesuatu yang sangat istimewa, karena Amien juga masih menjadi bagian PAN, sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPP PAN. Berikut dokumen memo yang ditulis Amien Rais yang didapatkan detikcom, Kamis (2/8/2007): "Dear Mas SB: Setelah pertimbangan matang, sebaiknya PAN tidak ikut amandemen UUD 45. Bisa membuat kegaduhan politik. Wassalam. Tanda tangan Amien Rais mengakhiri memo tersebut. Memo inilah yang kemudian menjadi bahasan rapat harian DPP PAN 25 Juli 2007 lalu. Hasil rapat, DPP PAN memutuskan untuk mencabut dukungan terhadap usulan amandemen itu dan meminta semua anggota FPAN mencabut kembali dukungannya. Pencabutan PAN ini semakin memperpanjang daftar parpol yang menolak usulan amandemen UUD 45 yang digagas Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu. PDIP, Golkar, PPP, dan PD telah menolak usulan mengamandemen pasal 22 D tentang kewenangan DPD itu lebih dulu. Parpol-parpol ini memiliki alasan yang beragam. Ada yang menilai usulan mengamandemen pasal kewenangan DPD ini bukanlah datang dari massa akar rumput, tapi datang dari elit. Ada juga partai yang menilai pembahasan mengenai hal ini belum bersifat mendesak, karena masih banyak hal yang terkait masyarakat banyak yang lebih penting untuk dibahas. Pimpinan MPR sebelumnya sudah menentukan batas 7 Agustus 2007 bagi masing-masing fraksi untuk menentukan sikap. Bila sampai 7 Agustus 2007, dukungan usulan amandemen UUD 45 ini tidak memenuhi syarat, maka usulan ini tidak bisa dilaksanakan.
(asy/asy)










































