Wajah Baru di KPU Dikhawatirkan Gagap Garap Pilpres 2009
Rabu, 01 Agu 2007 16:28 WIB
Jakarta -
Hasil seleksi tahap pertama anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) memunculkan wajah-wajah baru. Beberapa nama beken yang terbiasa mengkaji pemilu malah tersingkir. Dikhawatirkan KPU yang berisi orang-orang baru ini menjadi gagap menyelenggarakan Pilpres 2009."Wajah-wajah baru ini tidak dikenal dalam hal perpemiluan. Kita tidak tahu pemahaman mereka tentang administrasi dan teknis penyelenggaraan. Saya sangsi, khawatir mereka jadi gagap karena baru," ujar anggota KPU DKI Jakarta Muflizar kepada detikcom di kantornya, Jl Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2007).Muflizar adalah salah satu kandidat yang tidak lolos tes psikotes KPU. Jika KPU diisi wajah-wajah baru, lanjut Muflizar, akan menjadi kendala dalam pilpres terutama dalam hal teknis. Apalagi waktu pelaksanaan Pilpres 2009 relatif lebih singkat dari 2004. Ditambah lagi pada saat yang bersamaan KPU juga harus memonitor beberapa pilkada."Jadi kalau yang terpilih adalah wajah-wajah baru, mereka harus belajar lagi. Butuh waktu, sedangkan waktu Pilpres 2009 lebih singkat," kata Muflizar.Pria yang pernah aktif di Panwas DKI Jakarta ini menilai, tahapan seleksi tidak memunculkan anggota KPU yang berpengalamn dan kredibel. Dia menyesalkan orang-orang seperti Ramlan Surbakti dan Valina Singka tidak lolos dalam seleksi tahap pertama KPU."Padahal sepengetahuan saya, Ramlan adalah orang yang paling tahu soal pemilu dibanding yang lainnya," sesal dia.Muflizar juga menyayangkan psikotes dilakukan pada tahap pertama. Karena psikotes tidak berkaitan dengan kemampuan dan pengetahuan seseorang menyelenggarakan pemilu."Yang diperlukan sebenarnya adalah pengalaman, kemampuan dan pengetahuan. Psikotes harusnya di akhir," kata dia.Muflizar mengaku tidak kecewa dengan putusan panitia seleksi yang tidak meloloskan dirinya. "Ya artinya saya belum mendapat kepercayaan di KPU," tandasnya.
(nwk/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































