Warga Jatinangor Bakar Patung Praja IPDN Setinggi 2 Meter

Warga Jatinangor Bakar Patung Praja IPDN Setinggi 2 Meter

- detikNews
Rabu, 01 Agu 2007 14:21 WIB
Sumedang - Patung praja berpakaian seragam IPDN dengan tinggi 2 meter dibawa oleh sedikitnya 300 tukang ojek, pemuda Jatinangor, dan mahasiswa yang kembali mendatangi kampus IPDN, Jalan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pukul 12.30 WIB, Rabu (1/8/2007). Mereka merusak dan membakarnya. Patung yang terbuat dari plastik dan kardus tersebut tampak seperti nyata. Lengkap dengan topi dan ikat pinggang. Di dada kanan tertulis "ajag" (serigala-red). Begitu pula di lengan baju sebelah kiri tertulis "ajag lapar". Tali rafia tampak melilit leher patung praja. Patung diletakkan di atas pot bunga yang ada di depan gerbang utama IPDN.Massa berdatangan dengan menggunakan ratusan sepeda motor. Mereka menggeber-geber gasnya dan membunyikan klakson. Sementara sekitar 100 polisi membuat pagar betis dua lapis di depan gerbang.Salah seorang pengunjuk rasa, Heri, dalam orasinya menyatakan kekecewaan karena pihak IPDN terus ingkar janji. "Kami datang ke sini untuk menagih janji yang telah disepakati. Mana, hingga saat ini belum ada permintaan maaf di seluruh media massa. Pokoknya kami minta IPDN dibubarkan. Kami minta rektor turun menemui kami," ujar Heri dengan nada berteriak.Awalnya, massa memaksa untuk masuk ke Kampus IPDN, jika rektor tidak segera turun. Namun setelah negosiasi dengan aparat kepolisian, akhirnya disepakati Plt Rektor IPDN yang akan menemui massa.Selang sekitar 15 menit kemudian, sekitar pukul 13.15 WIB datang purek III IPDN Indrarto di tengah-tengan massa. Melihat hanya purek yang datang, beberapa orang berteriak-teriak menunjukkan rasa kecewa. Namun hal itu bisa diredam oleh Korlap massa, Atang."Kami mohon maaf secara tulus kepada warga Cikeruh khususnya (kampung Wendi-red). Sebelumnya, rektor juga telah meminta maaf kepada pihak keluarga yang diteruskan kepada Kapolsek, Kapolres, dan Bupati. Kami janji akan menjunjung budaya dan etika yang ada di masyarakat," ujar Indrarto.Mendengar hal ini, kembali massa berteriak-teriak dengan sumpah serapah. "Yang kami minta, pihak IPDN untuk meminta maaf di media massa. Tidak hanya kepada warga Jatinangor. Jika tidak dilakukan dalam 2x24 jam, kami akan kembali ke sini," ancam Atang.Sementara Indrarto tampaknya tidak menggubris ucapan Atang, karena saat Atang berbicara dia buru-buru turun dari mobil pick up yang dijadikan tempat orasi.Kemudian tanpa dikomando, massa langsung menghancurkan patung praja IPDN yang dibuat selama dua hari itu dengan memukulnya secara membabi buta. Lantas, mereka pun membakarnya. Selang beberapa saat, mereka meninggalkan kampus IPDN dengan terus menggerung-gerungkan motor dan membunyikan klakson.Sementara dalam kampus sendiri, saat ini tengah dilakukan persiapan untuk wisuda yang akan digelar Jumat (3/8/2007). Tampak wasana praja melakukan gladi resik upacara wisuda. Orangtua para praja pun tampak terlihat di dalam kampus mendampingi anak-anaknya. (ern/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads