Din Minta Taliban Bebaskan 21 Sandera dari Korsel
Rabu, 01 Agu 2007 13:59 WIB
Jakarta - Penculikan 23 warga Korea Selatan yang diikuti pembunuhan dua sandera di antaranya oleh milisi Taliban pada 19 Juli 2007 di Afghanistan, dikecam oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.Din menyesalkan tindakan penculikan tersebut karena menurutnya tindakan ini dapat memperburuk proses perdamaian dan pembangunan Afghanistan yang sudah mulai berjalan.Din juga meminta kepada milisi Taliban untuk membebaskan 21 sandera yang tersisa atas dasar rasa kemanusiaan."Saya minta kepada kelompok Taliban untuk segera membebaskan sandera warga Korsel tanpa syarat apa pun," ujar Din usai bertemu dengan Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun-jin, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2007)Menurut Din, tindakan yang dilakukan oleh kelompok Taliban tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang tidak membenarkan cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan. Hal ini bahkan memperburuk citra Islam di dunia internasional. Din juga menyatakan duka yang mendalam terhadap dua korban yang dieksekusi mati oleh pihak Taliban pada tanggal 24 dan 31 Juli lalu, Bae Hyung-kyu dan Shim Sung-min.Dubes Korsel sendiri menolak berkomentar pada wartawan. Lee langsung meninggalkan kantor PP. 23 Warga Korsel yang disandera Taliban itu sedang melakukan misi sosial di Afghanistan. Mereka disandera dengan tujuan untuk ditukar dengan para milisi Taliban yang dipenjara oleh pemerintah Afghanistan. Namun pihak pemerintah Afghanistan tidak mengabulkan permintaan itu, sehingga pihak Taliban mengeksekusi dua sandera.
(rdf/nrl)











































