Korban Penyakit Misterius Tidak Makan Tempe Gembus
Rabu, 01 Agu 2007 13:23 WIB
Magelang - Tempe gembus sebagai penyebab penyakit misterius di Desa Kanigoro, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, diragukan warga. Sebab, para korban tidak mengonsumsi tempe gembus sebelum jatuh sakit. Mereka hanya mengonsumi nasi dan sayuran biasa. "Kami tidak makan tempe gembus sebelum kejadian, tapi kalau sayur kacang panjang dan daun kol serta tempe atau tahu memang iya dan itu menu sehari-hari," kata Asmuni di rumahnya, di Dusun Beran Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak Kabupaten, Magelang, Rabu (1/8/2007).Menurut dia, warga tidak terbiasa mengonsumsi makanan seperti tempe gembus yang berasal dari ampas tahu itu. Sebab untuk membelinya, warga harus pergi ke pasar Grabag atau Pasar Ngablak yang berjarak sekitar 6-8 km. Kalaupun harus ke pasar, mereka pergi ke pasar terdekat di dusun sebelah, namun tidak dilakukan setiap hari. "Paling-paling seminggu atau tiga hari sekali ke pasar kalau memang ada kebutuhan yang harus dibeli di sana. Kami tiap hari makan dengan lauk dan sayuran seadanya," kata Asmuni yang juga ditinggal istrinya, Aslamiyah (37), akibat penyakit misterius itu.Sementara itu Kepala Desa Gadang Rintoko di Posko Kesehatan Dusun Beran mengatakan warga yang meninggal maupun yang dirawat d rumah sakit tidak makan tempe gembus. Namun bila ada yang makan tempe gembus, maka jumlah korban yang sakit maupun meninggal saat kejadian pertama pada hari Minggu 22 Juli lalu akan bertambah banyak. "Kalau pun ada warga yang makan gembus, mengapa mereka tidak sakit atau meninggal. Ini sangat berbeda dengan kondisi di lapangan. Kami juga belum tahu data atau hasil sepenuhnya dari Depkes," kata dia.
(bgs/asy)











































