Din Sesalkan Penggunaan Ayat Qur'an dalam Kampanye Pilkada
Rabu, 01 Agu 2007 11:34 WIB
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyayangkan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan Muhammadiyah dalam kampanye Pilkada DKI yang saat ini sedang berlangsung. Dia juga menyesalkan penggunaan ayat suci Al-Qur'an dalam kampanye.Menurut Din, Muhammadiyah sama sekali tidak terkait dengan pilkada DKI dan tidak mendukung salah satu calon, alias netral. "Saya menyesalkan banyaknya spanduk-spanduk yang membawa-bawa Muhammadiyah dalam kampanye Pilkada DKI," ujar dia di sela-sela sidang pleno Forum Komunikasi Lembaga Dakwah DKI Jakarta, di Gedung PP Muhammadiyah, di Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2007).Din melihat banyak spanduk yang terpampang di jalan-jalan protokol DKI Jakarta, yang mencatut nama Muhammadiyah. Ia mencontohkan sebuah spanduk berisi dukungan terhadap Fauzi Bowo yang mencantumkan nama PAN, Koalisi Pelangi dan Muhammadiyah sekaligus.Menyikapi hal itu, dengan tegas Din mengatakan Muhammadiyah tidak pernah berkoalisi dengan siapa pun. "Kita tidak ada hubungan dengan Koalisi Pelangi. Atas hal ini saya sudah menyampaikan teguran kepada DPW Muhammadiyah," tegasnya.Din menambahkan warga Muhammadiyah cukup cerdas dalam menyikapi pilkada DKI dan mereka telah memiliki calon sendiri dalam Pilkada. "Mereka akan memilih sendiri, tanpa diintervensi, Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis tetapi aktif dalam memberikan hak suara," tambah dia. Selain pencatutan nama Muhammadiyah, Din juga menyayangkan peserta kampanye Pilkada DKI Jakarta yang mengutip ayat-ayat suci Al-Qur'an dalam kampanyenya. "Jangan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an umtuk kepentingan politik yang sempit. Itu masuk dalam kategori penyalahgunaan Qur'an," jelas dia. "Saya mengimbau pasangan pilkada DKI jangan mengeksploitasi ayat-ayat Al-Qur'an. Ayat tersebut harus diterapkan sebagai perwujudan dari Negara Pancasila dan bukan untuk kampanye," imbau guru besar UIN Syarif Hidayatullah. Din juga menambahkan iklan di TV tentang banyaknya dukungan pada calon itu merupakan pembodohan kepada rakyat. Menurut dia, iklan tersebut sangat tidak mendidik, karena berisi saling menghujat kepada masing-masing calon. Din menyarankan pada masing-masing calon agar bersikap ksatria dan legowo menerima kekalahan dan kemenangan.
(rdf/asy)











































