BMW: Canangkan Bandung Darurat Pelacuran
Selasa, 31 Jul 2007 12:43 WIB
Bandung - Bandung Maksiat Watch (BMW) mendesak Pemkot Bandung untuk mencanangkan Bandung Darurat Pelacuran. Pencanangan ini diusulkan karena mulai menggeliatnya kembali aktivitas pelacuran di lokalisasi Saritem pasca penutupan pada 18 April 2007.Usulan ini disampaikan Direktur BMW Asep Syaripudin pada saat audiensi dengan Ketua DPRD Kota Bandung Husni Muttaqien di DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Selasa (31/7/2007)."Beroperasinya kembali Saritem menjadi tamparan keras bagi warga Bandung. Ini menunjukkan pemerintah tidak punya wibawa di mata mereka. Jangankan membersihkan Bandung dari praktek pelacuran, menertibkan Saritem saja tidak mampu," ujar Asep.Lokalisasi Saritem, kata Asep, bukan satu-satunya tempat praktek prostitusi di Bandung tapi masih banyak di lokasi-lokasi lainnya. "Kami mendesak agar pemerintah segera mencanangkan darurat pelacuran di Bandung," tegas dia. Selain itu, BMW juga mendesak pemerintah mengusut tuntas praktek pemungutan iuran wajib bagi para mucikari, yang berbuntut Saritem kembali beroperasi.Meski belum seramai dulu, lokalisasi Saritem kini kembali menggeliat. Para mucikari mengaku mereka memberikan iuran wajib per hari sebesar Rp 40 ribu, naik 100% dibandingkan sebelum penutupan yang hanya Rp 20 ribu per hari.Sementara itu Ketua DPRD Kota Bandung Husni Muttaqien mengakui penutupan lokalisasi Saritem pada April lalu hanya sebatas aksi reaksioner dari Pemda. Sebab, pihak eksekutif tidak menyiapkan program yang jelas khususnya mengenai penanganan ekonomi masyarakat setempat pasca penutupan. Selain itu, dalam APBD pun tidak dianggarkan secara khusus untuk Saritem.
(ern/asy)











































