Perang Lagu Pelesetan Pilkada DKI

Perang Lagu Pelesetan Pilkada DKI

- detikNews
Selasa, 31 Jul 2007 10:57 WIB
Perang Lagu Pelesetan Pilkada DKI
Jakarta - Kampanye pemilu atau pilkada selalu memunculkan kreativitas kata dari tim sukses kandidat yang bertarung. Pilkada DKI, misalnya. Selain jargon-jargon klise, tim sukses masing-masing calon juga kreatif mempelesetkan lagu atau pantun.Di hari pertama kampanye, perang lewat pelesetan lagu dan pantun sudah dimulai. Saat menggelar kampanye di GOR Ragunan, 24 Juli 2007 lalu, tim sukses pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar, mempelesetkan lagu "Pung Ketipang Tipung" untuk mengawali kampanyenya. Pung ketipang tipung, suara gendang ikuti nada..., jangan bingung-bingung sebentar lagi ada pilkada.... Di sini gunung di sana gunung, di tengah-tengah pohon selasih..., di sini bingung di sana bingung, janganlah sampai kau salah pilih.Tidak hanya tim suksesnya, dalam kesempatan itu, Adang juga membawakan pelesetan lagu "Cucakrowo" yang dipopulerkan Didi Kempot. Nomornya...nomornya nomor satu, gubernurnya Adang dan Dani. Jangan lupa pilih nomor satu, yang nomor dua dibuang aja!Dalam kampanye lainnya, ibu-ibu qasidahan yang mendukung Adang-Dani juga ikut menyumbang lagu pelesetan dari lagu yang dipopulerkan Dhea Ananda, "Baju Baru". Gubernur baru Alhamdullilah, gubernur lama Innalillah. Nomer satu jaminan mutu, yang paling jitu ya nomor satu.Lagu ini juga punya pelesetan versi lain, yakni Gubernur baru Alhamdullilah, gubernur lama Naudzubillah. Nomor dua lewatin aje, kita coblos yang nomor 1.Ibu-ibu ini juga menggubah lagu anak-anak "Pok Ame-ame" menjadi Pok ame-ame belalang kupu-kupu, dikeroyok rame-rame kita tetap nomor satu.Tim sukses pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang didukung sejumlah musisi dangdut juga tidak mau kalah. Tidak sedikit lagu beken Rhoma Irama yang dipelesetkan. Lagu-lagu itu digubah sendiri oleh si penciptanya yang akrab dipanggil Bang Haji. Bahkan Bang Haji yang masuk barisan tim sukses Foke tidak segan-segan membawakan sendiri versi baru lagunya dalam kampanye Foke-Prijanto di Lapangan Banteng, Sabtu 28 Juli 2007 lalu. Lagu "Begadang" yang puluhan tahun lalu sangat populer dipelesetkan menjadi, Bang Adang jangan Bang Adang, Bang Adang tiada artinya. Begadang boleh saja...asal untuk sukseskan pilihan kita...dua... dua...dua...!Tidak hanya itu, lagu Bang Haji lainnya yang diplesetin antara lain, Kenapa eh kenapa, pilih yang nomor dua.... Karena eh karena, dia berpengalaman.... Lagu "Ondel-ondel" juga tidak luput dari garapan tim sukses Foke. Lagu rakyat Betawi ini digubah menjadi Nyok kita nyoblos nomor 2 ... nyok! Nyok kita pilih Bang Fauzi.... Jangan lu pilih yang lainnya.Tidak hanya lagu, para tim sukses kedua calon juga perang lewat pantun. Jika perang lagu pelesetan dilakukan di panggung-panggung kampanye, perang pantun dilakukan lewat spanduk yang dipasang di jalan-jalan.Untuk urusan pantun, tim sukses Foke lebih banyak menelurkan karyanya. Misalnya, Kacang buncis pake keju, pilih yang berkumis Jakarta maju. Ada juga Beli bubur di pasar Kemis, pilih gubernur yang berkumis.Dari kubu Adang, pantun berukuran besar dipasang di halte-halte busway. Pantun itu antara lain Lagu lama dibuang aje, lagu baru Adang aje, No 1. Selain lagu dan pantun, ratusan jargon klise yang mengunggulkan masing-masing calon juga bertebaran di seantero Jakarta. Jargon-jargon dari tim Adang antara lain Banyak parpol = banyak kepentingan= banyak tagihan... oooo serem dan Nyok' rame-rame nyoblos no 1. Sedangkan kubu Foke tampaknya menganggap kumis Foke layak jual. Di sejumlah jalan dipasang spanduk besar bertuliskan Coblos yang berkumis, Coblos No 2!.Slogan iklan Teh Sosro juga dimanfaatkan timnya Foke. Spanduk mirip-mirip iklan ini juga banyak dijumpai. Apapun suku dan agamanya, Fauzi Bowo-Prijanto pilihannya.Perang lagu pelesetan ini sempat diprotes Gubernur DKI Sutiyoso. Bang Yos meminta tim sukses masing-masing calon tidak menjelek-jelekkan rivalnya dalam kampanye.Bahkan dia menganggap hal ini sebagai salah satu poin pelanggaran. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads