Di Mabes Motor Ditilang, di Mampang Dibiarkan Masuk Busway
Selasa, 31 Jul 2007 10:55 WIB
Jakarta - Jalur khusus bus Transjakarta (busway) Ragunan-Kuningan adalah jalur yang serba lurus, tanpa belok kiri atau kanan. Tapi meski lurus-lurus saja, perlakuan aparat lalu lintas terhadap kendaraan non-Transjakarta berbeda tajam. Dari arah Ragunan, petugas keamanan berusaha keras menegakkan aturan, jalur busway hanyalah untuk Transjakarta. Alhasil, motor-motor nakal yang nekat menerobos busway ditilang pak polantas. Pemandangan ini terlihat di pertigaan Jatipadang atau yang yang lazim disebut Mangga Besar (Mabes) pada Selasa (31/7/2007).Kebijakan "galak" polantas ini berbuah pada kelancaran jalur busway koridor VI. Penumpang yang ada di perut bus Transjakarta pun lega karena perjalanannya tak tersendat. Biarlah terhimpit-himpit, asalkan dingin dan tidak macet.Tapi kelegaan ini berubah 100% ketika armada tiba di jalur seberang pom bensin di Mampang. Polisi tak melarang motor/kendaraan pribadi melewati busway. "Pemandangannya sangat kontras dengan yang ada di Mangga Besar," komentar Aji, seorang pelanggan Transjakarta. Selain di Mampang, jalur rawan serobot yang dibiarkan oleh polisi adalah jalur setelah perempatan Mampang-Gatot Subroto-Kuningan. Penyerobotan jalur busway yang dibiarkan ini menjadi pemicu utama penumpukan penumpang di halte-halte busway di Ragunan-Kuningan-Halimun pada hari ini.Bulan lalu, rapat Muspida DKI Jakarta yang diikuti berbagai elemen, termasuk Dishub dan Polda Metro Jaya, memutuskan bahwa busway spesial untuk Transjakarta. Kendaraan selain Transjakarta boleh masuk busway dalam kondisi darurat, semisal banjir atau ada demonstrasi. Kemacetan lalu lintas rutin dianggap bukan keadaan darurat.
(nrl/umi)











































