Sandera Kedua Korsel Didor Taliban, Tinggal 21 Orang
Selasa, 31 Jul 2007 02:43 WIB
Ghazni - Milisi Taliban menembak mati sandera asal Korsel yang telah mereka sandera sejak dua minggu lalu. Penyanderaan ini sebagai barter terhadap anggota Taliban yang saat ini ditahan oleh pemerintah Afghanistan.Korban ditembak di sebuah kawasan terpencil di Selatan Provinsi Ghazni. Ini adalah penembakan kedua oleh para milisi. Seminggu yang lalu mereka juga menembak mati salah satu sandera lainnya, yakni seorang pastor. Dari 23 sandera, kini tinggal 21 orang."Kita telah mengajukan deadline kepada pemerintah Afghanistan. Tapi mereka sama sekali tidak memperhatikan deadline kami," ujar Jubir Taliban, Yousuf Ahmadi seperti yang dilansif AFP, Selasa (31 Juli 2007).Ia mengatakan hal ini setelah beberapa negosiasi yang telah dilakukan sebelumnya gagal."Akhirnya, malam ini sekitar pukul 8:30 (1600 GTM) kita membunuh salah satu warga Korea bernama Sung Sin dengan menggunakan senapan jenis AK-47," kata Ahmadi via telepon di sebuah lokasi yang disembunyikan keberadaannya.Ahmadi tidak menjelaskan secara rinci jenis kelamin korban yang mereka bunuh. Namun ia mengatakan, seorang pria telah terbunuh. Dari 23 orang yang disandera tersebut, 16 di antaranya adalah wanita.Ahmadi menambahkan, jasad korban tersebut dibuang di daerah Qarabagh, kurang lebih 140 km di selatan ibukota Afghanistan, Qabul. Daerah tersebut juga tempat ditemukannya mayat sang pastor.
(anw/ndr)











































