Jakarta Utara Wilayah Rawan Kebakaran
Senin, 30 Jul 2007 19:46 WIB
Jakarta - Wilayah Jakarta Utara rawan akan musibah kebakaran. Dari Januari hingga Juni 2007 tercatat telah terjadi kebakaran hingga 81 kali, baik dalam skala kecil maupun besar. "Angka itu sama saja dengan 13 kali kebakaran tiap bulannya atau kurang dari 3 hari sekali ada kebakaran," kata Kepala Seksi Operasi Sudin DPK Jkarta Utara Jaja Aditya memaparkan data yang ia miliki di kantornya, Jl Anggrek, Jakarta Utara, Senin (30/7/2007).Menurutnya, sebab terbanyak yang memicu kebakaran adalah korsleting listrik yakni sebanyak 51 kali. Selain itu merata dengan kesalahan seperti kompor meledak, batang rokok dan bola lampu yang panas."Akibatnya 6.068 jiwa kehilangan rumah tinggal dari 1.574 KK. Untuk korban tewas 2 orang dan luka 6 orang," imbuh Jaja.Dia menambahkan banyaknya jumlah kebakaran pun karena tata bangunan di Jakarta Utara sangat padat dan semrawut. Petugas pemadam kesulitan bila harus memasuki gang-gang kecil pemukiman warg yang super padat. Selain itu, pemukiman padat membuat aliran listrik sulit terkontrol. "Kolong jembatan saja ada rumah petaknya. Lagian jumlah mobil pemadam masih sangat kurang. Sekarang baru 20 mobil. Idealnya satu kelurahan satu mobil pemadam atau 31 mobil," ucapnya.Hingga kini, ratusan Rukun Warga (RW) masih terancam bahaya kebakaran. Sebanyak 125 RW yang tersebar di Jakarta Utara belum bebas dari ancaman si jago merah.Wilayah tersebut antara lain, Kali Baru, Sukapura, Lagoa, Sunter Jaya, Kampung Bahari, Papanggo, Muara Bahari, Pademangan Timur, Pademangan Barat, Muara Baru, Muara Angke.Saat ini, terdapat 555 anggota pemadam. Terdiri dari 470 petugas lapangan dan 85 sisanya merupakan petugas adminstrasi. "Dari 470 petugas lapangan, yang usianya masih terbilang muda sebanyak 253 orang," tandas Jaja.
(Ari/ndr)











































