Teman Sekamar di Akmil Bantah Isu Perkawinan SBY
Senin, 30 Jul 2007 15:55 WIB
Jakarta - Sejumlah pensiunan tentara berpangkat jenderal berang atas pernyataan wakil ketua DPR Zaenal Ma'arif bahwa Presiden SBY telah menikah sebelum masuk Akabri. Para jenderal seangkatan SBY pun meminta presiden untuk menuntaskan kasus itu hingga ke pengadilan."Tudingan Zaenal Ma'arif ini bukan saja mencoreng nama baik Pesiden, tapi juga institusi Akabri. Oleh karena itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika didiamkan, rakyat akan percaya berita bohong yang tidak berdasar itu," kata salah seorang teman sekamar SBY di Akabri, Brigadir Jenderal (Purn) Widya Bagya, dalam jumpa pers di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2007).Menurut Widya, kemarahan para mantan jenderal itu terungkap dalam pertemuan angkatan 1973 Akabri di lapangan Golf Halim Perdanakusumah, Minggu (29/7/2007). Dalam pertemuan tersebut mencuat kemarahan atas pernyataan Zaenal Ma'arif tersebut.Selama ini, Widya mengaku, jarang sekali bertemu langsung dengan SBY. Kalau bertemu paling dalam pertemuan reuni angkatannya, terakhir bertemu dalam reuni hari Sabtu (28/7/2007) lalu.Widya mengatakan, tuduhan terhadap SBY yang dikatakan telah menikah sebelum menjadi taruna dan saat di Akabri tidak bisa dibuktikan. Pasalnya Akabri saat itu dan hingga kini pada masa Akademi Militer (Akmil) adalah sangat ketat dalam meneliti dan menyeleksi calon taruna. "Bahkan ketika taruna sudah diterima, masih ada penelitian dan penyelidikan langsung terhadap semua berkas dan perilaku taruna," tegas mantan staf ahliPanglima TNI tahun 2001-2006 ini."Saya teman seangkatan SBY yaitu angkatan 1970 dan selesai tahun 1973. Pada tahun pertama saya satu kamar dengan taruna yang kemudian menjadi lulusan terbaik dan mendapat lencana Adhi Makayasa itu," lanjut Widya.Lantas Widya menggambarkan sosok SBY sebagai figur yang sangat serius, hati-hati, dan terkesan kaku. "Apalagi dengan perempuan, dia sangat menghormati dan tidak berani macam-macam. Kalau saja ada taruna yang terbukti menikah sebelum masuk akan langsung diberhentikan," kenangnya.Soal menikah sebelum jadi taruna, kata Widya, Akabri sangat tegas. Pernah ada rekan satu angkatan dan seniornya dipecat gara-gara menghamili wanita saat cuti liburan.Widya menambahkan, taruna Akabri memang tidak lepas dari pakaian dinas sepanjang tahun, termasuk saat liburan, pada Hari Idul Fitri atau Natal. "Jadi, kalau ada taruna yang nakal atau macam-macam, akan dengan jelas terlihat dan bisa diketahui oleh banyak orang," jelasnya.Ini merupakan sebuah bentuk pengawasan tidak langsung. Bila kedapatan ada yang melanggar, langsung dikenai sanksi hukuman tidak boleh cuti libur tiga bulan. "Jadi, sangat tidak mungkin Yudhoyono melakukan hal yang dituduhkan Zaenal Ma'arif itu. Ini yang saya prihatinkan dengan kasus ini, yang menurut kami tidak sehat," ucapnya.
(zal/nrl)











































