Data Depsos: Korban Penipu Kebanyakan Tinggal di Daerah

Data Depsos: Korban Penipu Kebanyakan Tinggal di Daerah

- detikNews
Senin, 30 Jul 2007 11:42 WIB
Jakarta - Jaringan mafia penipuan tidak hanya bergerak di kota-kota besar, daerah terpencil pun jadi sasaran mereka. Korban di daerah, sesuai data Depsos, lebih banyak dibanding di kota.Ini bisa terjadi karena informasi yang diperoleh orang-orang yang tinggal di kota lebih banyak dan cepat."Di daerah-daerah atau kabupaten, dan daerah terpencil jarang mendapatkan informasi. Nah mereka (penipu) itu menghubungi lewat SMS atau telepon. Orang-orang kita, hebatnya, meskipun daerah tetap punya HP," kata Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos) Depsos Ghozali H Situmorang.Ghozali menyampaikan hal itu dalam kampanye sejuta poster "Waspada penipuan berkedok undian berhadiah" di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta, Senin (30/7/2007).Tren penipuan, kata dia, saat ini juga telah berubah. Jika dulu menggunakan pos, maka kini kebanyakan penipu menggunakan media telepon atau SMS. Depsos sudah berusaha mencegah jatuhnya korban penipuan dengan cara-cara sosialisasi lewat media. "Tapi penipu lebih canggih, selalu berganti teknik dan cara," ujarnya.Cara yang berkembang sejak 2006 lalu adalah menyelipkan kupon palsu ke suatu kemasan produk sabun atau pasta gigi di pusat-pusat perbelanjaan.Untuk menekan jatuhnya korban, Depsos mengadakan acara tebar poster di seluruh Indonesia. Meskipun tidak bisa menihilkan korban penipuan, program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah korban. "Ini untuk mempersempit ruang gerak penipu yang mempunyai akal panjang," tandasnya. (umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads