YLKI: Jangan Emosional Jika Diberitahu Menang Undian

YLKI: Jangan Emosional Jika Diberitahu Menang Undian

- detikNews
Senin, 30 Jul 2007 11:04 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) termasuk yang mendapat banyak telepon dari korban penipuan undian berhadiah. YLKI pun meminta konsumen tidak emosional saat diberitahu memenangkan undian. "Konsumen harus tetap tenang dan rasional," imbau pengurus YLKI dari Divisi Pengaduan dan Hukum, Sularsi, kepada detikcom, Senin (30/7/2007).Meski jumlah pengaduan yang masuk relatif kecil dibandingkan total korban, YLKI menilai aksi para penipu ini sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi laporan terakhir yang masuk kebanyakan korban penipuan gaya baru yaitu kupon pengumuman pemenang palsu disisipkan ke dalam kemasan asli."Juni-Juli ini laporan kebanyakan dari Surabaya ada sekitar 70-an. Ini ibarat paradigma gunung es, yang muncul sekian padahal korbannya banyak. Info terakhir yang saya terima dari Unilever (PT Unilever Indonesia), Juli ini ada 1.600 orang yang mengonfirmasi," beber Sularsi.Kasus-kasus penipuan yang melibatkan puluhan ribu konsumen di seluruh Indonesia ini, imbuh Sularsi, bukan lagi menjadi urusan perorangan, tapi urusan bersama. Karena itu pihak-pihak terkait, termasuk YLKI, akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait modus para penipu.Menurut dia, sedikitnya ada tujuh elemen yang dipakai untuk memuluskan motif para penipu. Ketujuh elemen itu adalah berlagak sebagai penyelenggara (pelaku usaha), menyangkutpautkan dengan nama Depsos, kepolisian, notaris dan pajak, menggunakan fasilitas telepon prabayar, menggunakan lembaga perbankan sebagai sarana transaksi, dan konsumennya sendiri.YLKI, kata Sularsi, sebetulnya sudah menyampaikan imbauan agar konsumen berhati-hati dengan gaya penipuan model telepon, SMS, surat pemberitahuan dan sebagainya sejak 24 Juli 1998.Dalam imbauan itu YLKI meminta kalau konsumen menerima atau mendapat info sebagai pemenang undian, harus menghadapinya dengan tenang, tidak emosial, dan rasional.YLKI juga meminta konsumen melakukan crosscheck mengenai kebenaran informasi yang didapatnya kepada penyelenggara undian. Misalnya ke Layanan Konsumen Unilever dan lain-lain."Konsumen juga jangan sekali-kali mentransfer uang, atau membelikan voucher telepon dengan alasan apapun. Ingat untuk mendapat hadiah itu waktunya 6 bulan, bukan setengah jam atau 1 minggu," ujarnya.Sularsi juga mengimbau konsumen untuk tidak sekali-kali menelepon nomor telepon yang dicantumkan dalam kupon atau surat. Lebih baik konsumen menghubungi nomor telepon yang ada di kemasan atau bungkus produk. Tindakan selanjutnya segera melaporkan kepada kepolisian. "Untuk nomor yang menggunakan Telkomsel, perusahaan ini punya komitmen. Jika ada bukti penipuan dan lapor polisi, nomor itu bisa langsung diblokir," katanya. (umi/nrl)


Berita Terkait