Konsentrasi SBY Jangan Terpecah karena Zaenal Ma'arif
Senin, 30 Jul 2007 10:04 WIB
Jakarta -
Mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif akan membongkar data untuk membuktikan isu pernikahan gelap Presiden SBY. SBY diingatkan agar konsentrasinya memimpin negara tidak terpecah karena ulah Zaenal."Energi dan konsentrasi Bapak Presiden sangat dibutuhkan untuk menuntaskan agenda perubahan bangsa di masa depan. Jangan terganggu kebiasaan konflik murahan Zaenal Ma'arif," cetus Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Reformasi Indonesia (PP PRI) yang merupakan sayap pemuda Partai Bintang Reformasi (PBR), Muhlis Ali.Hal itu disampaikan Muhlis dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Senin (30/7/2007).Muhlis mendukung upaya SBY untuk tetap melanjutkan proses hukum terhadap Zaenal.Dibeberkan dia, selama berada di PBR, Zaenal kerap berkonflik dengan sesama orang PBR yakni Bursah Zarnubi. Termasuk menolak hasil muktamar PBR. "Zaenal tidak menerima kekalahan, dan malah mengirim beberapa orang ke PN Jaksel untuk menggugat keabsahan muktamar islah di Bali dan membuat PBR tandingan. Dan masih ada beberapa manuver lainnya," beber Muhlis.Dia menjelaskan, alasan pemecatan Zaenal bukanlah soal poligami, tapi soal melanggar disiplin partai. Sebab Zaenal tidak pernah serius membina derah pemilihan (dapil). "Zaenal juga membuat mosi tidak percaya pada struktur partai hasil muktamar islah PBR di Bali. Selain itu dia juga membuat PBR tandingan," pungkasnya.Pada akhir 2006 lalu, Sekjen DPP PBR Rusman Ali menyebutkan 4 alasan mengapa menarik Zaenal dari kursi pimpinan DPR. Pertama, Zaenal dianggap jarang berkoordinasi dengan DPP PBR dan tidak memperhatikan kepentingan partai. Kedua, Zaenal dinilai jarang melakukan kunjunagan kerja ke daerah pemilihan selama menjadi anggota DPR.Alasan ketiga, keberpihakan PBR untuk melindungi hak-hak perempuan, sehingga anggota partainya dianjurkan tidak berpoligami. Dan keempat, karena sudah 2 tahun menjabat Wakil Ketua DPR, maka perlu alih tugas dalam rangka penyegaran.
(nvt/nrl)










































