Kubu Adang-Dani Bantah Menyerbu Markas Fauzi Bowo

Kubu Adang-Dani Bantah Menyerbu Markas Fauzi Bowo

- detikNews
Senin, 30 Jul 2007 00:56 WIB
Jakarta - Tudingan kubu Fauzi Bowo-Prijanto yang menyebut sekitar seribu massa pendukung pasangan calon Adang Daradjatun-Dani Anwar menyerbu Fauzi Bowo Center (FBC) dibantah. Kubu Adang-Dani beranggapan tudingan tersebut sangat berlebihan. "Pernyataan penyerbuan kantor FBC itu kami menganggap sebagai penyebaran berita bohong, sangat berlebihan," tegas Ketua Badan Humas DPW PKS DKI Jakarta Dedi Supriadi, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (29/7/2007)Dedi menjelaskan, saat itu ribuan massa pendukung Adang-Dani hendak mendatangi lokasi kampanye yang secara kebetulan letaknya tidak jauh dari kantor FBC, yaitu di Lapangan Borobudur, Pegangsaan, Jakarta Pusat. Apalagi sebelum kampanye dimulai, lanjut Dedi, pasangan yang diusung oleh PKS itu tengah berada di Tugu Proklamasi, Menteng, yang letaknya juga tidak jauh dari kantor FBC. Kehadiran pasangan tersebut untuk berdialog dengan komunitas dari Rakyat Miskin Kota. Sehingga menurut Dedi, sangat mungkin jika massa pendukung Adang-Dani banyak yang terjebak kemacetan di depan kantor FBC. Karena jalan masuk menuju lapangan Borobudur tersebut tidak mampu menampung massa yang membludak."Jalan Diponegoro itu kan tidak terlalu besar. Jalan masuk ke lapangan Borobudur juga tidak besar. Jadi wajar ada penumpukan massa di jalan Proklamasi dan Diponegoro yang merupakan jalan akses masuk ke lokasi kampanye. Bukan penyerbuan," ujar Dedi keheranan. Bahkan menurut dia, semua wartawan yang meliput kampanye Adang-Dani bisa dijadikan saksi, jika tidak ada penyerbuan ke kantor FBC. Meski demikian, dia membenarkan ada aksi pencak silat di Jalan Diponegoro. Namun aksi tersebut merupakan atraksi untuk menyambut Adang-Dani yang turun dari mobil untuk bergabung bersama massa menuju lokasi kampanye. "Jadi tidak benar, Adang-Dani datang khusus untuk membubarkan massa yang mengepung kantor FBC, karena memang tidak ada yang namanya pengepungan itu," tegas Dedi.Lebih lanjut, dia mengatakan, apa yang dituduhkan FBC adalah bentuk ketidakdewasaan dalam berdemokrasi. Dia merasa telah terjadi pemutarbalikan fakta dan akan mempelajari kejadian tersebut untuk membawa masalah ini ke jalur hukum."Kalau itu memang statemen resmi dari FBC, saya rasa akan ada upaya hukum agar masalah ini tidak terulang kembali," tandasnya. (rmd/ken)


Berita Terkait