NKRI Hanya Akan Bertahan 25 Tahun Lagi
Minggu, 29 Jul 2007 01:09 WIB
Jakarta - Sejarah tidak bisa dipisahkan dari perjalanan suatu bangsa mana pun di dunia. Dengan sejarah, orang bisa belajar bagaimana agar tidak mengulangi kesalahan yang sama."Dikhawatirkan, NKRI hanya akan mampu bertahan 25 tahun lagi apabila bangsa Indonesia tidak mampu mengambil pelajaran berharga dari sejarah Indonesia sampai saat ini yang harus diakui penuh dengan tragedi," tutur Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Nagoya, Jepang, Agustan.Hal tersebut disampaikan Agustan dalam rilis yang diterima detikcom,Minggu (28/7/2007) sebagai hasil dari diskusi tentang pembelajaran dan pemahaman sejarah nasional Indonesia di Nagoya, Jepang.Poin yang merupakan buah dari diskusi tersebut adalah pelajaran seharusnya lebih menekankan dalam proses 'bagaimana dan kenapa' memahami suatu peristiwa. Bukansekedar 'siapa, kapan dan di mana' dari suatu peristiwa."Dan sedapat mungkin tidak dijadikan alat legitimasi penguasa," terangnya. Dalam diskusi tersebut juga dibicarakan masalah persiapan pola pikir untuk menerima segala mecam perbedaan. Pluralisma, globalisasi, dan multikultur adalah suatu realita nyata yang harus diterima.Adapun pemandu acara diskusi yaitu Dr. Singgih Tri Sulistiyono (pakar sejarah dari Universitas Diponegoro) dan ahli pendidikan sejarah yaitu Dr. Nasution (pakar pendidikan dari Aichi University dan Universitas Negeri Surabaya). Acara diskusi dimaksudkan untuk memperingati 20 hari menjelang peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
(gah/gah)











































