Mesir-Israel Izinkan 600 Warga Palestina Pulang Kampung
Sabtu, 28 Jul 2007 23:24 WIB
Al-Arish - Pemerintah Mesir dan Israel sepakat mengizinkan 600 warga Palestina kembali ke kampung halamannya. Mereka sebelumnya terjebak di Mesir karena terminal perbatasan ditutup setelah serangan Hamas ke Jalur Gaza pada 15 Juni 2007 lalu."Mesir dan Israel telah sepakat mengizinkan 600 warga Palestina yang terjebak di Mesir menyeberang melewati teritori Israel pada hari Sabtu dan Minggu," kata koordinator keamanan perbatasan Rafah kepada AFP, Sabtu (28/7/2007).Petugas setempat menjelaskan, warga Palestina tersebut akan melewati jalur kargo Al-Oja, bagian selatan kota Rafah.Sekitar 100 warga Palestian tersebut akan mulai perjalanan lewat Al-Arish, 50 km dari barat kota Rafah, menuju Israel dan dari sana menuju Jalur Gaza pada Minggu. Petugas berwenang mengatakan 500 lainnya akan melewati jalur yang sama keesokan harinya.Pada Kamis minggu ini, Menteri Informasi Palestina Riyad al-Malki mengatakan perjanjian tersebut akan mulai berlaku pada awal minggu depan. "Pada prinsipnya mulai pada awal minggu depan, masalah yang menghalangi perjalanan di Rafah sudah terselesaikan. Terima kasih pada kesepakatan yang mengizinkan mereka (warga Palestina) kembali ke Gaza," ujar Riyad di Ramallah.Sekitar 6.000 warga Palesitna diperkirakan tinggal di sekitar perbatasan Mesir di kota Rafah. Mereka dalam kondisi yang mengenaskan setelah terminal perbatasan ditutup 45 hari yang lalu. 10 Warga Palestina yang hendak pulang kampung tewas mengenaskan.Terminal Rafah adalah satu-satunya pintu ke dunia luar tanpa melewati Israel. Ketika masih dibuka, Rafah terminal berada di bawah pengawasan Mesir, Palestina, Israel, dan Uni Eropa. Terminal bisa ditutup bila salah satu negara tersebut menolak untuk ikut mengawasi.
(gah/gah)











































