SBY Persiapkan Tuntut Zaenal
Jumat, 27 Jul 2007 19:53 WIB
Denpasar - Presiden SBY membantah berita bahwa dirinya sudah menikah dan memiliki dua anak sebelum masuk Akabri. Karena itu, demi kehormatan dan tegaknya hukum, Presiden SBY mempersiapkan langkah hukum terhadap Zaenal Maarif yang menyebarkan berita tersebut. SBY menyebutkan berita yang disebarkan Zaenal Maarif itu merupakan fitnah. Dia menyesalkan sikap Zaenal yang melakukan politik yang kurang baik dan menyerang dirinya. Bagi SBY, fitnah tersebut sangat keterlaluan. "Berita seperti ini tentu akan sangat menghancurkan hati dan perasaan orang tua saya, istri dan anak-anak saya, keluarga besar, kawan-kawan saya sewaktu di SMA, waktu di Taruna, dan sebagainya," jelas SBY kepada wartawan di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (27/7/2007) pukul 20.00 Wita sebelum memimpin rapat terbatas.Atas fitnah ini, SBY mengaku telah mempersiapkan menuntut Zaenal. "Saya telah mempersiapkan diri untuk melakukan hak saya menuntut secara hukum agar hukum ditegakkan di negeri tercinta ini. Dan siapa pun diberikan pelajaran. Kalau dia begitu saja mencemarkan nama baik seseorang, siapa pun orang itu, apakah petani atau saudara kita di sebuah pedesaan atau anak-anak atau seorang wanita yang sudah tua, harus dilindungi haknya dan kehormatan harga dirinya. Semua orang harus dilindungi haknya dan kehormatan harga dirinya," jelas SBY. SBY menyesalkan sikap politik yang dilakukan Zaenal. "Sebagai seorang yang mengemban amanah, saya sebenarnya tidak ingin negeri yang kita cintai ini, politiknya berkembang seperti ini. Banyak cara-cara berpolitik yang lebih baik, yang lebih moral, yang lebih ksatria, dibandingkan harus melakukan character assasination dengan berita-berita bohong dengan fitnah yang keji seperti ini," tutur SBY. SBY menegaskan bahwa apa yang disampaikannya merupakan penjelasan resmi. "Untuk saudara-saudara kami di seluruh tanah air, inilah yang harus saya sampaikan, tetapi kepada yang menyebarluaskan, siapa pun itu ada hukum yang mengaturnya. Dan saya akan gunakan hukum itu dengan tegas dengan determinasi saya, demi tegaknya kebenaran dan keadilan, demi kehormatan dan harga diri saya sebagai seorang warga negara, salah satu dari orang Indonesia dan demi orang tua saya, keluarga saya dan handai taulan saya," ungkap SBY.
(asy/mly)











































