SBY Bantah Menikah dan Punya 2 Anak Sebelum Masuk Akabri

ADVERTISEMENT

SBY Bantah Menikah dan Punya 2 Anak Sebelum Masuk Akabri

- detikNews
Jumat, 27 Jul 2007 19:43 WIB
Denpasar - Presiden SBY membantah keras tudingan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif. SBY menegaskan berita bahwa dirinya sudah menikah dan punya anak sebelum masuk Akabri adalah tidak benar. SBY menganggap apa yang disampaikan Zaenal adalah fitnah. Hal ini disampaikan SBY sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (27/7/2007) pukul 20.00 Wita. Kepada wartawan, SBY mengaku sebenarnya dirinya tidak mau menanggapi informasi yang tidak jelas seperti yang disampaikan Zaenal. "Menanggapi berbagai pertanyaan konfirmasi dari berbagai pihak, termasuk para wartawan selama dua hari ini menyangkut satu berita yang mendiskreditkan nama saya, sesungguhnya saya tidak ingin menanggapi yang begini-begini. Banyak fitnah, berita-berita bohong yang tujuannya menghancurkan karakter seseorang yang sangat kita prihatinkan masih terjadi di negeri tercinta ini," kata SBY.Namun, kali ini, SBY harus menentukan sikap. "Mengapa saudara-saudara? Berita bohong atau fitnah yang diangkat yang sumbernya saya kenali datang dari Saudara Zaenal Ma'arif ini sudah sangat keterlaluan di samping jelas tidak benar, tetapi telah merusak kehormatan nama baik dan harga diri saya," tegas SBY yang didampingi Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng.Bagi SBY, yang dimiliki seseorang yang paling tinggi adalah kehormatan dan harga diri. "Dengan disebarluaskannya cerita seperti ini, sudah menyerang merusak dan menghancurkan kehormatan dan harga diri saya. Oleh karena itu, demi kebenaran dan keadilan, tentu saya harus melakukan sesuatu," jelas dia. SBY menganggap tuduhan Zaenal itu sama dengan black campaign yang diterimanya pada Pilpres 2004 lalu. "Berita yang disampaikan bahwa SBY sudah menikah sebelum masuk ke akademi Abri atau AkABRI, bahkan disebutkan dari satu dua sumber, sudah punya anak dua, ini persis black campaign atau berita bohong saat Pemilu Preiden 2004. Ini diangkat kembali dan yang mengangkat adalah seseorang yang mestinya memiliki standing, yang memiliki posisi, yang terhormat," tambah dia.Menurut SBY, orang yang menipu sebuah lembaga, apalagi lembaga Akademi Militer itu sama dengan menipu negara. "Syarat untuk masuk taruna Akabri, jelas belum pernah menikah. Belum pernah kawin. Apalagi punya anak. Kalau ada seorang taruna yang kedapatan setelah menjadi taruna Akabri telah menikah, apalagi punya anak, pasti keluar. Dipecat atau dikeluarkan. Sampai sekarang pun begitu," kata dia. "Bayangkan kalau saya dituduh telah menikah masuk Akabri, pada tahun 1970-an dan sudah punya anak, ini sesuatu yang prinsip. Karena itulah yang akan kita tegakkan, disiplin, ketentuan-kententuan yang harus dipatuhi oleh siapa pun dalam suatu lembaga," imbuh SBY.

(asy/mly)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT