SBY Sindir Dirjen Udara, Menhub Siap Klarifikasi
Jumat, 27 Jul 2007 18:49 WIB
Jakarta - Presiden SBY kecewa dengan kinerja Dirjen Perhubungan Udara Departemen Pehubungan Budhi Mulyawan Suyitno. Selaku atasan Budhi, Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal siap memberikan penjelasan kepada SBY.Dia yakin anaknya buahnya tidak tinggal diam soal berbagai masalah di bidang penerbangan. Salah satunya pencekalan maskapai penerbangan nasional di sejumlah negara Berikut petikan wawancara detikcom dengan Menhub Jusman Syafii Djamal pukul 17.30 WIB, Jumat (27/7/2007):Pak, bagaimana tanggapan soal pernyataan Presiden SBY?Kalau menteri kan pemimpin tertingginya Presiden. Kalau Presiden memutuskan yang terbaik, menteri harus mentaati.Bagaimana menurut Bapak mengenai kinerja Dirjen yang dimaksud Presiden SBY?Saya masih baru ya, baru 2 bulan. Dirjen Perhubungan Udara itu juga masih baru diganti. Kalau dilihat kinerjanya, Pak Budhi sudah berusaha menjelaskan kepada masyarakat Uni Eropa tanggal 22 Juni 2007 lalu, di Brussel, Belgia. Mereka (Uni Eropa) rapat akan melarang maskapai Indonesia tanggal 24 hingga 27 Juni.Pak Budhi sebenarnya sudah berusaha masuk dan menjelaskan dalam rapat itu. Namun Eropa juga tidak merespons positif terhadap keinginan itu. Mereka malah mempersoalkan keterlambatan administratif.Memang mereka (UE) pernah mengirim surat pada tanggal 14 April 2007 dan 16 Mei 2007 untuk meminta penjelasan. Namun kalau dilihat waktu itu kan ada pergantian dirjen dan pergantian menteri.Uni Eropa mengatakan bahwa larangan terbang yang diberlakukan terkait dengan keselamatan penerbangan. Tujuannya sebetulnya sama dengan Indonesia, meningkatkan keselamatan. Namun bukannya bekerja sama antara otoritas penerbangan mereka dengan otoritas penerbangan Indonesia, mereka secara sepihak melarang. Lebih bagus kalau mereka membuka dialog, karena mereka kurang informasi.Malah mereka menganggap Garuda Indonesia sebagai unknown airline, maskapai yang tidak diketahui. Padahal Garuda kan sudah terbang ke Eropa, sama seperti Lufthansa. Maskapai yang mereka cekal itu termasuk juga carter helikopter. Kalau di sini carter helikopter itu kan diaudit oleh penggunanya, seperti British Petroleum dan Mobil Oil yang berasal dari Eropa dan Amerika. Namun mereka dari awal juga tidak berpegang kepada hasil audit ini.Bukankah Dirjen Udara sudah berhasil membuka keran komunikasi dengan UE. Awal Agustus nanti mereka ke Indonesia kan Pak?Ya memang, otoritas penerbangan mereka akan mengunjungi Indonesia untuk melihat sendiri, awal Agustus nanti.Jadi pernyataan Presiden bukan harga mati?Saya hanya melaporkan fakta dan info sejelas-jelasnya kepada beliau. Saya belum bertemu beliau. Nanti akan saya jelaskan. Tugas seorang menteri kan melaksanakan perintah Presiden dengan tepat dan benar.
(nwk/umi)











































