Bela Menhut, 50 Anak Gaul Lempar Koin ke Kantor Walhi

Bela Menhut, 50 Anak Gaul Lempar Koin ke Kantor Walhi

- detikNews
Jumat, 27 Jul 2007 15:25 WIB
Jakarta - 50 Anak gaul yang tergabung dalam Barisan Pencinta Kaban (BPK) menuntut Walhi dibubarkan. Mereka menganggap Walhi menjadi tangan kanan illegal logging dan memfitnah Menhut MS Kaban.Aksi dilakukan di depan Kantor Walhi, Jl Tegal Parang Utara, Jakarta Selatan. Massa membentangkan baliho 4x6 meter bergambar Menteri Kehutanan MS Kaban. Mereka menuduh Walhi memfitnah Kaban. Massa melemparkan uang koin ke depan kantor Walhi."Ini simbol Walhi menerima uang dari para cukong kayu untuk menjerumuskan Kaban," kata koordinator aksi Tri Destiadi kepada detikcom, Jumat (27/7/2007).Penampilan pendemo ini cukup bergaya. Ada yang memakai topi Planet Surf, model rambut ala vokalis Pasha Ungu, spike atau dicat, dan berkaos ala skater. Karena jalan di depan kantor Walhi hanya muat untuk dua mobil, sempat terjadi kemacetan selain tontonan warga sekitar.Menanggapi demo ini, Direktur Eksekutif Walhi Chalid Muhammad, mengaku heran. Menurutnya, tuntutan pendemo justru sejalan dengan misi Walhi. Yang berbeda hanya masalah industrialisasi kehutanan."Kita menolak industrialisasi kehutanan, karena itu yang paling banyak merusak hutan kita," kata Chalid.Menurut data Walhi, kerusakan hutan Indonesia 2006 mencapai 72 persen dan 126,28 juta hektar. Di Riau, kerusakan hutannya paling parah. Dari 8 juta hektar, kini tinggal 1,3 juta hektar. Sisa hutan hanya dikuasai dua perusahaan."Kerusakan tersebut termasuk hutan gambut dengan izin MS Kaban," pungkasnya. Aksi berlangsung hanya satu jam dan selesai pukul 15.00 WIB. (fay/sss)


Berita Terkait