Curhat Bisa Atasi Gangguan Trauma

Curhat Bisa Atasi Gangguan Trauma

- detikNews
Jumat, 27 Jul 2007 14:16 WIB
Jakarta - Post Traumatic Stress Disorder (PSTD) atau gangguan pasca trauma membuat penderitanya sulit melupakan masa lalu. Bercerita atau curhat bisa membantu penderita mengurangi kenangan buruk."Psikiater akan menempuh metode prolonged exposure therapy. Dengan metode ini persepsi penderita trauma tentang kejadian traumatis dapat diubah," jelas psikiater anak dr Tjhin Wiguna, SpKJ dalam simposium bertajuk "Prolonged Exposure for Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)" di Hotel Accacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2007).Ini adalah salah satu metode perawatan psikoterapi yang dapat membantu pasien menghadapi situasi yang ditakuti secara aman dan sistematis.Dalam therapi ini, lanjut Tjhin, pasien akan diarahkan untuk menceritakan peristiwa traumatik yang dialaminya. Pasien juga diarahkan untuk mengenali bagian-bagian paling menakutkan dalam peristiwa itu."Tujuannya, untuk melatih otak agar otak tidak sensitif lagi pada peristiwa itu," tutur Tjhin.Selain itu dengan terapi ini pasien akan diarahkan untuk mendukung, memperkuat dan memperbarui mekanisme adaptasi. "Psikiater akan membantu untuk meredakan perasaan bersalah, marah, sedih, depresi cemas, dan mengurangi problem mental yang ada," imbuhnya.Gejala yang biasanya tampak pada penderita PTSD ini antara lain gangguan cemas menyeluruh depresi, fobia, gangguan panik, gangguan tidur, penyalahgunaan zat, dan gangguan psikotik akut.Psikiater lain, dr Nurmiati Amir SpKJ, mengatakan biasanya yang mengalami PTSD adalah orang yang mengalami peristiwa traumatik. Peristiwa itu misalnya peperangan, perampokan, perkosaan, penculikan, serangan fisik, teroris, gempa bumi, tsunami, dan kecelakaan."Trauma ini sifatnya tidak dapat dihapus sehingga memunculkkan rasa takut dan tidak berdaya. Namun, keadaan yang dialami tiap orang berbeda tergantung pada berat trauma dan daya tahan seseorang," jelas Nurmiati.Jika tidak segera diatasi PTSD bisa menyebabkan gangguan mental yang menahun. Gangguan ini juga bisa mengganggu fisik, daya tahan, dan reproduksi. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads