Diancam, Zaenal Tetap Nekat Beberkan Bukti SBY Menikah
Jumat, 27 Jul 2007 09:21 WIB
Jakarta -
Zaenal Maarif yang digusur dari DPR dikecam banyak orang akibat berniat mengungkap data dan bukti pernikahan SBY sebelum masuk Akademi Militer (Akmil). Bahkan, Zaenal mengaku mendapat ancaman pembunuhan. Meski begitu, dia tetap nekat akan menyampaikan data pernikahan SBY sekitar tahun 1968 itu pada Senin (30/7/2007). "Ya itu sudah jadi risiko. Silakan mengecam saya. Tidak apa-apa. Saya juga mendapat banyak ancaman pembunuhan. Tapi ya tetap saja Senin saya akan menyampaikan ke DPR, DPD, MK, dan MPR," kata Zaenal, Jumat (27/7/2007). Ditanya apakah ancaman pembunuhan itu hanya rekayasa dirinya, Zaenal membantah. "Ancaman ini datang lewat telepon. Nomor teleponnya tidak saya kenal. Macam-macamlah ancamannya. Bahkan, ada yang berteriak saya bunuh kamu," ujar Zaenal. Meski mendapat ancaman, Zaenal tidak takut. Dia tidak perlu pengamanan khusus. "Ya biasa-biasa saja. Saya jalani saja," kata politisi yang hari ini berencana pindah dari rumah dinasnya itu. Zaenal sadar bahwa rencana membuka data isu lama SBY itu tidak akan bisa mengubah Keppres tentang recall dirinya dari DPR. "Ya saya tahu. Tapi yang penting bukan itu. Saya hanya menyampaikan data, agar masyarakat juga tahu," jelas dia. Ditanya apakah dirinya memang memiliki data dan bukti kuat, Zaenal membenarkannya. "Saya sudah persiapkan semuanya," ujar pria yang menganut poligami ini. Terhadap isu yang dibeberkan bahwa Zaenal Maarif ini, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menilai isu itu merupakan isu murahan. Isu itu juga pernah juga dijadikan black campaign saat SBY menghadapi Pemilihan Presiden 2004. Menurut Andi, isu itu fitnah dan masyarakat pun tidak akan percaya.
(asy/nrl)










































