Kudatuli yang Kian Terlupakan
Jumat, 27 Jul 2007 09:16 WIB
Jakarta - Jumat (27/7/2007) ini bukan hari yang biasa bagi sebagian simpatisan PDIP. Sebab ingatan mereka pada hari ini jatuh pada 27 Juli 1996 lalu. Ya, hari ini adalah peringatan kasus 27 Juli alias kudatuli.Tidak ada gaung bahwa PDIP akan mengadakan peringatan besar-besaran hari ini. Polda Metro Jaya mencatat, peringatan kudatuli hari ini hanya terpantau di eks kantor PDI di Jl Diponegoro 58, Jakarta Pusat. Jumlah massa juga tidak banyak, hanya 50-an orang.Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Kerukunan (FKK-24-27 Juli 1996). Kelompok inilah yang selama ini secara rutin memperingati kudatuli setiap tahun. Peringatan diisi dengan mimbar bebas dan tabur bunga. Massa lantas bergerak menuju Komnas HAM di Jl Latuharhari.Beberapa tahun lalu, setiap peringatan kudatuli terdengar, selalu dibarengi dengan desakan agar kasus itu diungkap jelas. Tersangka harus dijadikan terdakwa, diadili dan dihukum. Tapi kini, gaung desakan itu nyaris tak terdengar. Bahkan terlupakan.Kudatuli terjadi ketika massa pendukung Megawati Soekarnoputri bentrok dengan massa pendukung Soerjadi memperebutkan kantor PDI di Jl Diponegoro pada tepat 11 tahun lalu. Pemerintah yang saat itu dipimpin Soeharto dituding terlibat dalam kekerasan ini.Bentrokan ini menyulut kerusuhan di kawasan Salemba dan sekitarnya. Komnas HAM menyatakan, sebanyak 5 orang tewas dalam insiden ini, sedangkan ratusan orang terluka. Komnas menilai telah terjadi pelanggaran HAM dalam insiden itu.
(nrl/sss)











































