Ratusan Pelajar Terjebak Kerja Ilegal di Malaysia
Kamis, 26 Jul 2007 21:56 WIB
Jakarta - Modus pemberian job training rupanya menjadi akal-akalan bagi sejumlah lembaga pendidikan untuk meraup untung. Berbekal tawaran menggiurkan kerja magang di luar negeri, banyak pelajar pun kena tipu."Para pelajar itu masuk dengan visa turis, lalu mereka melakukan praktek kerja," kata Atase Pendidikan Indonesia Imran Hanafi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (26/7/2007).Menurut dia praktek kerja seperti ini terjadi karena banyak lembaga pendidikan dan sekolah yang menyalah manfaatkan izin. "Mereka juga tidak punya izin untuk training, bahkan beberapa lembaga kursus menggunakan izin kerja palsu," imbuh Imran.Imran menjelaskan, kejadian tersebut tidak hanya terjadi pada The Hotel Bandung School (THBS) saja yang melakukan modus seperti itu, tetapi banyak juga lembaga lainnya. "ARS Internasional, Akademi Pariwisata Yapari, Akademi Pariwisata NHI, SMK 1 Pandeglang, dan SMK 1 Sukabumi. Para pelajar itu dimintai dana Rp 5,5 juta," jelasnya.Menurut dia jumlah pelajar yang bekerja di Malaysia boleh dibilang cukup banyak. "Ratusan, jumlahnya sampai sebanyak itu," imbuhnya.Imran menambahkan terbongkarnya kasus 45 pelajar Bandung yang tertangkap karena bekerja ilegal bukanlah yang pertama kalinya. "Ini yang ketiga kalinya, sebelumnya 9 siswa SMK juga mengalami nasib serupa," tandasnya.
(ndr/ary)











































