Gelombang Seram Telan LCT Ayu 5, Lima Orang Hilang

Gelombang Seram Telan LCT Ayu 5, Lima Orang Hilang

- detikNews
Kamis, 26 Jul 2007 16:43 WIB
Jakarta - Gelombang ganas di Laut Seram, Maluku, setinggi 4 meter menenggelamkan sebuah kapal jenis LCT, Jumat (20/7/2007) lalu. Lima orang dinyatakan hilang. Sementara enam lainnya berhasil diselamatkan seorang nelayan Desa Kawa, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).Tenggelamnya kapal LCT Ayu 5 dengan bobot 402 GT, baru diketahui dari Mapolres SBB, Kamis (26/7/2007) sore ini. "Kami baru tahu ada tenggelamnya kapal, setelah dilapori korban yang selamat," ujar Kapolres SBB, Didik Widjanarko, kepada detikcom, Kamis (26/7/2007) via telepon selular.Kelima penumpang naas yang hilang adalah Sunario (kapten kapal), Agustinus Alla (masinis II), dan Haswan (juru mudi), Didik Kusmardani (masinis I) danRomaki (Mualim II) . Sedangkan mereka yang selamat, Firman (mualim I),Imam supriyadi (KKM), Ridek (juru mudi), Irwansyah (juru mudi) dan Untung (juru masak).Pihak Mapolres juga baru mengetahui kejadian ini setelah korban selamat, Firman (mualim I), mendatangi Mapolres SBB untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya dan rekan-rekannya.Menurut Kapolres, Firman dan lima rekannya terombang-ambing di laut selama lima hari lima malam. Kemudian ditemukan nelayan asal Desa Kawa.Dalam laporan polisi yang diterima Mapolres SBB, korban Firman menuturkan bahwa LCT Ayu 5 bertolak dari Tanjung Priok menuju Tanah Merah, Papua, sejak Selasa (3/7/2007). Kapal ini juga sempat berlabuh di Selat Muna, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (14/7/2007).Sialnya, kapal yang memuat empat unit kontainer berisikan dozer D7,2 unit, exafator 3 unit, 100 jumbo bags, dengan berat 100 ton, 3 unit dump truck enam ban, genset 2 unit dan sejumlah kontainer, dihantam gelombang setinggi tiga meter secara beruntun. Kapal pun oleng dan kehilangan keseimbangan. Kapal lalu tenggelam, tepat di Pulau Pisang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Hingga berita ini dimuat, belum ada upaya pencarian oleh Tim SAR. Sementara keenam ABK yang selamat, hingga kini masih berada di Desa Kawa, KecamatanTaniwel, SBB. (han/nrl)


Berita Terkait