Diaolou, Warisan Dunia Lambang Kemakmuran & Keamanan
Kamis, 26 Jul 2007 15:06 WIB
Kaiping - Keajaiban Diaolou adalah tidak memiliki arsitek, namun kokoh luar biasa. Diaolou memang dimaksudkan sebagai lambang kemakmuran, sekaligus keamanan.Pembangunan Diaolou dilakukan tukang-tukang bangunan setempat berdasarkan perintah perantau yang mudik. Padahal sang perantau tak memiliki pengetahuan teknik membangun.Akibatnya, bangunan itu berdiri dengan selera barat namun bersandar pada teknik bangunan setempat. Hasilnya tentu saja perpaduan barat dan timur, perpaduan kekuatan dan kemegahan.Diaolou menjulang tinggi mencegah banjir. Bangunannya kokoh untuk mencegah penjahat dan penyerbu memasukinya. Diaolou bahkan dilengkapi dengan lubang tempat senapan dan meriam siap ditembakkan, serta jendela diberi lempengan besi."Apa yang mereka bangun menggambarkan nilai-nilai dan keinginan yang cocok untuk kebutuhan mereka," ungkap seorang arsitek yang menilai bangunan-bangunan Diaolou itu, Chau Hing wah, seperti dilansir AFP, Kamis (26/7/2007).Bangunan-bangunan Diaolou itu menjadi saksi dari kerasnya Perang Candu melawan Inggris, revolusi menggulingkan kekaisaran terakhir Cina, berbagai perang saudara yang melanda Cina antara 1920 sampai 1930-an, dan invasi Jepang tahun 1939.Bahkan setelah 50 tahun berdiri setelah pernah diserbu Jepang, bangunan-bangunan yang kebanyakan berupa menara itu masih tetap berdiri. Bahkan ketika digelar proyek konservasi tahun 2001 lalu, tak perlu banyak bekerja."Bangunan-bangunan itu sangat kokoh," kata Tan.
(aba/sss)











































