Selebaran Sudutkan Fauzi Itu Cara-cara Kolonial

Selebaran Sudutkan Fauzi Itu Cara-cara Kolonial

- detikNews
Kamis, 26 Jul 2007 14:10 WIB
Jakarta - Sebuah selebaran menyudutkan cagub DKI Jakarta Fauzi Bowo beredar. Teman Fauzi saat bersekolah di Kolese Kanisius menuding selebaran itu sama seperti cara kolonial memecah-belah bangsa.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Persatuan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ) J Dwihartanto dalam jumpa pers di Rumah Makan Sari Bundo, Jl Menteng Raya, Jakarta, Kamis (26/7/2007).

"Kami sungguh menyayangkan di era demokrasi seperti ini, politisasi isu agama masih digunakan. Cara memecah-belah seperti ini mengembalikan kita ke era devide et impera ala kolonial Belanda," ujar Dwihartanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dwihartanto, selebaran ini bisa menyulut konflik horisontal seperti di Maluku dan Poso. Oleh karena itu, dia mengimbau warga Jakarta untuk mengembangkan etika politik yang demokratis dan tidak terpancing isu-isu menyesatkan tersebut.

"Polisi dan Panwas Pilkada juga harus bertindak," kata Dwihartanto.

Selebaran tersebut menyudutkan Fauzi dengan menyatakan alumni angkatan '67 SMA Kolese Kanisius itu seorang munafik. Fauzi juga disebut ditunggangi gerakan anti-Islam.

"Kita sebagai orang Betawi jangan mau ditipu orang munafik. Sekarang dia sedang dekati kita. Awas! Di belakangnya ada Romo Katolik yang siap melemahkan kita," begitu bunyi selebaran yang mengatasnamakan Keluarga Betawi Asli (KBA) itu.

Selain kata-kata menyudutkan, selebaran itu juga memuat gambar Fauzi Bowo berdiri di atas podium dalam acara deklarasi Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia. Selebaran itu berjudul "Gerakan Anti Islam, Jesuit, Berada di Belakang Foke".

Untuk diketahui, Fauzi menamatkan SMP dan SMA di Kolese Kanisius yang berlokasi di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat itu. Fauzi merupakan Ketua Dewan Pembina PAKKJ periode 2003-2006, kemudian terpilih lagi untuk periode 2006-2009.
(aba/sss)


Berita Terkait