Operasi digelar pada Rabu 25 Juli 2007 pukul 16.00-19.00 WIB. Para sopir ini dibawa ke Polda Metro Jaya dan diambil sidik jarinya. Perusahaan dan sopir asli juga dipanggil untuk dimintai keterangan.
"Petugas kita baru selesai bekerja pukul 05.00 WIB pagi," kata Kasat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya AKBP Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (26/7/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita melakukan operasi di dua titik itu karena daerah rawan. Itu TKP awal perampokan di taksi," ungkapnya.
Dari operasi tersebut, polisi menyita beberapa kunci kontak dari setiap taksi, beberapa lembar surat yang kadaluwarsa, dan pisau kecil dari seorang sopir taksi Express.
"Kita lihat identitas sopir tidak sesuai dengan kartu ID yang dipasang di kendaraan," jelas Fadil.
Operasi ini merupakan agenda tahunan Polda. Para sopir tembak ini jika terbukti melakukan kejahatan akan ditindak sesuai pelanggarannya. Namun jika dinyatakan bersih, mereka akan mendapatkan pembinaan. Rencananya, polisi juga akan menggelar operasi serupa di daerah perkantoran seperti Sarinah, pelabuhan, dan bandara.
(fay/sss)











































