Zaenal Maarif Direcall
PPP: Kocok Ulang Pimpinan DPR!
Kamis, 26 Jul 2007 13:14 WIB
Jakarta - Tuntutan kocok ulang pimpinan DPR kembali menyeruak setelah Presiden SBY telah meneken surat keputusan (SK) mengenai recall terhadap Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif. Salah satu partai politik (parpol) yang menginginkan kocok ulang ini adalah PPP. Dengan memiliki 57 kursi di DPR, wajar saja bila PPP juga menginginkan kadernya duduk di kursi pimpinan DPR. Parpol urutusan ketiga terbesar pemilik kursi DPR setelah Golkar dan PDIP ini ingin meraih kursi pimpinan DPR dengan cara kocok ulang. Apa alasannya? "Kehadiran Zaenal Maarif sebagai pimpinan DPR dilakukan menggunakan UU Susduk, yaitu sistem paket. Karena itu, ketika Zaenal lengser dari pimpinan dan anggota DPR, maka kursi pimpinan DPR lainnya juga harus dikosongkan. Untuk mengisinya, ya dengan kocok ulang," kata Ketua DPP PPP Emron Pangkapi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Kamis (26/7/2007). Emron tidak mempermasalahkan bila Agung Laksono masih ingin menjadi Ketua DPR dan Muhaimin Iskandar dan Soetarjo Soerjogoeritno masih ingin duduk di kursi Wakil Ketua DPR. "Tapi, mereka bisa duduk di kursi itu harus lewat kocok ulang. Ini sesuai tata tertib (tatib) yang ada," kata Emron. Bagi Emron, PPP sangat pantas duduk menjadi pimpinan DPR. "Karena itu, dalam kocok ulang nanti, PPP akan mengirimkan kader terbaiknya sebagai calon pimpinan dewan," kata dia. Bila dilakukan kocok ulang, lanjut Emron, maka sangat dimungkinkan terjadi aliansi-aliansi baru. Jadi, nantinya aliansi yang ada bukan Aliansi Kebangsaan dan Aliansi Kerakyatan seperti tahun 2004 lalu. Fraksi-fraksi bisa membentuk aliansi baru. "Karena itu, apa pun yang terjadi kami akan menuntut kocok ulang. Kami akan mencari aliansi strategis yang akan bisa membawa kader kami berada di pimpinan DPR," kata Emron.
(asy/nrl)











































