Diaolou, Situs Warisan Dunia Paduan Barat-Timur di Cina
Kamis, 26 Jul 2007 12:21 WIB
Kaiping - Koleksi situs warisan dunia Cina bertambah satu lagi. Dialah Diaolou, serangkaian bangunan dengan arsitektur perpaduan Barat dan Timur.Diaolou terdiri dari 2.000-an bangunan yang memiliki bentuk-bentuk kurva Barok, tiang-tiang Yunani dan kubah-kubah abad pertengahan. Berdiri di desa-desa sekitar kota Kaiping, Diaolou dibangun seabad lalu oleh perantau-perantau Cina di luar negeri yang pulang kampung."Diaolou menunjukkan peran penting perantau Kaiping dalam pembangunan beberapa negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia, dan Amerika Utara," seperti pernyataan Unesco dalam pertemuan menentukan warisan dunia baru di Christchurch, Selandia Baru, seperti dilansir AFP Kamis (26/7/2007).Kaiping terletak 160 kilometer di sebelah barat Guangzhou, lokomotif perekonomian China saat ini. Kota Kaiping saat ini dihuni 680.000. Namun Pusat Riset Diaolou Kaiping mengklaim keturunan Kaiping tersebar di 67 negara.Aksi merantau warga Kaiping dimulai tahun 1840, ketika muncul aksi perburuan emas di San Fransisco (Amerika Serikat) dan Ballarat (Australia). Dari hasil merantau itu, mereka menabungkannya dalam bentuk bangunan di kampung halaman.Di perantauan, terutama di Amerika dan Australia, orang-orang Cina tidak dibolehkan memiliki hak milik pribadi, tempat tinggal dan bahkan menikah. Praktek yang baru berakhir memasuki abad 20 ini, membuat perantau Kaiping mengirimkan penghasilannya pulang. Dan berdirilah ribuan diaolou."Mereka tak punya harga diri di perantauan dan ingin memperolehnya kembali di kampung," ujar peneliti dari Pusat Riset Diaolou Kaiping, Selia Tan Jinhua, menjelaskan alasan bangunan-bangunan itu berdiri.
(aba/nrl)










































