Obat Murah Kurang Diminati Masyarakat Indonesia
Kamis, 26 Jul 2007 10:14 WIB
Jakarta - Di Tanah Air masih cukup banyak warga dengan ekonomi menengah ke bawah. Meski demikian, obat murah malah kurang diminati orang Indonesia."Obat murah kurang diminati masyarakat Indonesia, padahal mutunya sama dengan obat branded. Hanya saja masyarakat kurang mengenal obat generik karena tidak adanya iklan yang mendukung, seperti halnya obat branded," kata Direktur Utama PT Indo Farma Tbk M Syamsul Arifin.Hal itu diungkapkan dia dalam diskusi bertajuk 'Mencari solusi alternatif dalam mewujudkan masyarakat sehat dengan obat murah dan terjangkau' di Gedung BPPT II Jl Thamrin, Jakarta, Rabu (25/7/2007)."Mahalnya biaya yang dikeluarkan hanyalah untuk sebuah iklan. Itu sebabnya masyarakat lebih mengenal obat branded dibanding obat generik," imbuh Syamsul.Dia pun menyesalkan tren masyarakat di Indonesia yang seperti iti. "Padahal obat generik merupakan obat yang namanya dikenal di seluruh dunia. Karena namanya sudah ditetapkan WHO. Sedangkan merek obat branded hanya terbatas pada 1 negara saja," tutur Syamsul.Indah Suksmaningsih dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, pemerintah kurang kreatif dalam menjual obat generik dan memperkenalkannya kepada masyarakat. "Ada baiknya apoteker bersama dengan LSM dapat menjual dan memasarkan produk generik bersama. Ini agar dapat menekan biaya masyarakat yang selama ini selalu menggunakan produk branded," beber Indah.
(nvt/nrl)











































