1 Dari 23 Sandera Korsel Didor Taliban
Kamis, 26 Jul 2007 09:53 WIB
Kabul - Taliban kehilangan kesabaran. Tuntutannya tak kunjung dikabulkan Korsel dan Afghanistan. Akhirnya, 1 dari 23 sandera Korsel dieksekusi mati."Jasad korban dibawa ke pangkalan militer AS di Provinsi Ghazni," kata juru runding Afghanistan Waheedullah Mujadeddi seperti dilaporkan New York Times, Kamis (26/7/2007)."Dapat saya konfirmasikan satu tawanan dalam keadaan sangat sakit dan tidak ada dokter maupun obat, dan Taliban menembak pria itu. Jika dalam 10 jam tidak ada respons, mereka akan menembak seorang lagi," kata Mujadeddi.Pemerintah Korsel juga mengonfirmasi hal serupa dalam jumpa pers yang disampaikan Jubir Deplu Cho Hee-yong. Disampaikan dia, satu warga negaranya yang diculik di Afghanistan telah dibunuh pada 25 Juli."Pemerintah sekali lagi mendesak pada penyandera untuk segera melepaskan tawanan, dan kami akan terus mengupayakan pembebasan mereka," ujar Cho Hee-yong seperti dilaporkan AFP.18 Dari 23 tawanan Korsel adalah perempuan berusia 20-an dan 30-an tahun, beberapa adalah suster dan guru. Mereka diculik saat menumpang bus sewaan di jalan raya Kabul-Kandahar, Provinsi Ghazni, pada Kamis 19 Juli 2007.Taliban menuntut 8 anggotanya yang ditahan Pemerintah Afganistan segera dibebaskan. Kalau tidak, satu per satu tawanan akan dieksekusi. Batas waktunya adalah 25 Juli.Taliban juga menuntut dibebaskannya 10 anggotanya yang ditahan Pemerintah Afghanistan sebagai tukar bagi 1 dari 2 sandera Jerman yang diculik terpisah dari warga Korsel itu pekan lalu. Namun 1 sandera Jerman telah tewas dan tubuhnya yang penuh lubang peluru dibuang di jalanan.
(sss/nrl)











































