Flu Paling Laris Jadi Alasan Karyawan Tidak Masuk Kerja

Flu Paling Laris Jadi Alasan Karyawan Tidak Masuk Kerja

- detikNews
Kamis, 26 Jul 2007 06:03 WIB
Jakarta - Jika Anda seorang bos, pasti kesal saat anak buah tidak masuk kerja ketika dibutuhkan. Asal tahu saja, influenza atau flu adalah penyakit yang paling banyak membuat karyawan tidak masuk kerja."Survei di 5 perusahaan di Indonesia, prevalensi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sampai 41,5 persen," kata ahli pulmonology dari UI, dr Tjandra Yoga Adhitama dalam seminar Corporate Life Enrichment di Hotel JW Marriott, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2007).Flu adalah salah satu penyakit yang termasuk dalam ISPA. Tjandra mengatakan dampak ekonomi akibat flu sangat besar. Perusahaan merugi akibat karyawannya tidak masuk kerja."Biaya tidak langsung karena flu adalah absen dan hilangnya produktivitas," ungkapnya.Biaya akibat absensi lebih besar daripada biaya pengobatan. Di AS, menurutTjandra, 70-80 persen dari total biaya US$ 3-5 miliar digunakan untuk menutup biaya karena absensi karyawan.dokter perusahaan. Dokter itulah nantinya yang akan menentukan apakah karyawan boleh bekerja atau lebih baik beristirahat di rumah."Perlu dokter perusahaan untuk memeriksa. Soalnya kalau menularkan temannya itu repot," kata dokter perusahaan PT Unilever Johny Sulistio.Jika memang didiagnosa flu, maka karyawan yang bersangkutan bisa "dirumahkan" maksimal 2 hari. Menurut Johny, waktu 2 hari sudah cukup. "Sebenarnya kalau untuk recovery, dalam arti kembali ke kondisi sehat sih butuh 7-14 hari. Tapi bagi kami ya segitu (2 hari)," katanya. (gah/nvt)


Berita Terkait