Perubahan Iklim, Sumba Terancam Gagal Tanam & Panen Sekaligus
Kamis, 26 Jul 2007 05:37 WIB
Sumba - Perubahan iklim global secara lokal akan menerpa Pulau Sumba. Bagi masyarakat Sumba yang umumnya agraris, kemarau yang semakin panjang dan curah hujan yang berlebihan dalam waktu singkat merupakan potensi gagal tanam dan gagal panen sekaligus.Selain banjir dan longsor, jumlah air tawar yang tersedia di alam pun akan menyusut. Demikian isi keterangan tertulis Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia yang diterima detikcom, Kamis (26/7/2007).Peningkatan suhu akan menyebabkan juga berbagai serangga sebagai hama pertanian akan semakin berkembang. Sedangkan serangga penyebab penyakit manusia juga tumbuh subur.Selain itu, peningkatan suhu secara global akan menyebabkan suhu di pegunungan menjadi lebih hangat. Akibatnya, burung-burung di dataran rendah yang bersuhu makin panas, akan mendesak burung-burung di pegunungan. Jika hutan pegunungan terus menyempit, harus ada persaingan yang berakibat memusnahkan beberapa jenis burung yang tidak mampu bersaing dan beradaptasi secara cepat.Akibat hal itu, ketidakseimbangan ekologi kian menjadi-jadi, mengingat banyak burung di Sumba yang merupakan jenis-jenis pendatang (migran), baik dari utara khatulistiwa (sekitar November-Maret saat utara musim dingin), maupun dari selatan khatulistiwa (sekitar Mei-Agustus saat selatan musim dingin). Mereka datang ke Sumba untuk mencari makan dan sebagian berkembang biak.Jika suhu di daerah asal mereka makin menghangat, secara naluriah mereka akan mempersingkat masa migrasi. Padahal, banyak di antara mereka yang merupakan jenis-jenis pemakan serangga hama pertanian, seperti jenis-jenis burung Layang-layang (Hirundinidae), Kirik-kirik (Meropidae), Raja Udang (Halcyonidae), ataupun Alap-alap, dan Elang (Accipitridae).Jika kehadiran mereka berkurang di dataran rendah, sedangkan burung-burung pemakan serangga lokal makin memilih naik ke pegunungan, maka ketidakseimbangan ekosistem akan terjadi. Perkembangan serangga di dataran rendah menjadi sangat tidak terkendali. Sebagai akibatnya, akan lebih banyak tanaman pertanian manusia musnah oleh serangan hama serangga.Akibat perubahan iklim, terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi secara global, pada tahun 1990. Pemanasan global terjadi lantaran adanya penumpukan gas rumah kaca yang makin tak terkendali akibat pembuangan limbah gas karbon ke udara yang berlebihan.Gas rumah kaca yang menyelimuti bumi ini menyebabkan sebagian panas matahari yang seharusnya kembali dipantulkan ke angkasa, justru terhalang dan kembali lagi ke permukaan bumi.Para ahli memperkirakan, pemanasan global memicu kenaikan suhu sebesar 0,2 derajat celcius per dekade. Kenaikan suhu ini, dengan berbagai skenario, diperkirakan pula akan menyebabkan kenaikan permukaan laut pada abad 21, berkisar antara 0,18-0.59 meter. Artinya, air laut akan merambah daratan sehingga daratan kian sempit, abrasi pantai, atau paling parah adalah beberapa pulau kecil yang landai akan menjadi tenggelam.Peningkatan gas rumah kaca terjadi akibat kegiatan manusia yang signifikan terhadap pembakaran bahan bakar fosil dan perubahan tata guna lahan. Hutan-hutan sebagai paru-paru dunia semakin menyempit. Hal itu musalnya terjadi pada hutan Sumba. Pada 1927, diperkirakan luas tutupan hutan di Pulau Sumba masih sekitar 50 persen dari luas daratan yang seluas 10.854 kilometer persegi atau sekitar 5.000 kilometer persegi. Namun fakta hasil analisa foto udara pada 1997 menunjukkan, tutupan hutan hanya tersisa 10 persen atau sekitar 1.000 kilometer persegi.Bahkan, hasil terakhir pada 2000 lebih parah, menjadi sekitar 6,5 persen saja atau sekitar 650 kilometer persegi saja. Padahal idealnya, dibutuhkan luas hutan sebanyak 30 persen dari luas daratan suatu pulau. Atau, untuk Pulau Sumba idealnya masih ada areal hutan seluas 3.250 kilometer persegi. Hilangnya hutan ini adalah salah satu penyumbang terbesar bagi perubahan iklim global. Proses penghilangan hutan ini akan menjadi lebih parah jika menuju ke arah proses penggurunan suatu daerah.
(nvt/nal)











































