Kakatua Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan ke Alam
Kamis, 26 Jul 2007 04:48 WIB
Sumba -
Kakatua Sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata) yang berada di kandang rehabilitasi burung di Desa Manurara Sumba Tengah, dilepasliarkan. Burung itu kembali ke alam di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanadaru (TNMT).Pelepasliaran dua ekor kakatua sumba ini akan dilakukan Bupati Sumba Tengah Umbu Saga Anakaka dan Kepala Balai TNMT Zulkifli Ibnu, Kamis (26/7/2007).Kegiatan ini merupakan rangkaian upaya pengembalian populasi Kakatua Sumba di alam aslinya, yang dilaksanakan TNMT bekerja sama dengan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia).Kakatua Sumba yang dilepasliarkan ini adalah hasil sitaan Balai TNMT (saat itu masih bernama Pengelola Taman Nasional Sumba) pada tahun 2003. Saat itu, petugas menyita tiga ekor Kakatua Sumba di Desa Kangeli, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, dari salah seorang penangkap burung.Setelah disita, Kakatua Sumba tersebut dicek kesehatannya oleh Dinas Peternakan Sumba Timur di Waingapu, Sumba Timur sembari menungggu kandang rehabilitasi. Baru pada April 2006, ketiga ekor kakatua itu dipindahkan ke kandang rehabilitasi di Desa Manurara, Sumba Tengah.Sebelum pelepasliaran, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan terakhir pada Juli 2007 ini, untuk memastikan kakatua yang akan dilepaskan tidak membawa penyakit menular yang membahayakan satwa liar lain di alam. Selain itu, pada kaki burung juga dipasangkan cincin penanda agar keberadaannya selalu dapat dipantau. Kakatua Sumba adalah sub-jenis kakatua kecil jambul kuning yang hanya ada di Pulau Sumba. Saat ini kakatua sumba merupakan jenis burung paruh bengkok paling langka di Pulau Sumba. Survei pada 1990 menunjukkan, populasi mereka diperkirakan hanya sebanyak 13 ekor per 1.000 hektar. Survei tahun 2002 justru menunjukkan penurunan populasi cukup tajam, yaitu diperkirakan tinggal dua ekor per 1.000 hektar.
(nvt/nvt)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































