Cuaca Buruk di Ambon, Kapal Tak Diizinkan Berlayar

Cuaca Buruk di Ambon, Kapal Tak Diizinkan Berlayar

- detikNews
Rabu, 25 Jul 2007 21:16 WIB
Ambon - Perairan Maluku diterpa gelombang tinggi dan cuaca buruk. Karenanya, Administrasi Pelabuhan (Adpel) cabang Ambon tidak mengizinkan sejumlah kapal motor berlayar."Cuaca buruk sudah terjadi sejak seminggu di perairan Maluku. Belum lagi tinggi gelombang mencapai 2 hingga 4 meter. Makanya belum mengizinkan kapal motor untuk berlayar," ujar Pelaksana Harian Adpel Ambon Karim Tuanaya kepada detikcom, di kantor Adpel, Jl Yos Sudarso Ambon, Maluku, Rabu (25/7/2007).Pantauan detikcom, sejumlah kapal masih tetap berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso dan Slamet Riyadi. Sementara itu, ratusan penumpang kapal motor Manusela tujuan Seram Bagian Timur (SBT), sejak dua hari lalu terpaksa menginap di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Beberapa di antaranya membentanngkan terpal diatas dek-dek kapal."Kami sudah dua hari disini (pelabuhan). Belum ada tanda-tanda kapan kapal berangkat," ujar Muhammad Rivai Rumadaul (29), penumpang tujuan Desa Werinama, Kecamatan Werinama, SBT.Akibat menunggu lama, kata Rivai, dia bersama dua adiknya terpaksa tidur di Pelabuhan Yos Sudarso. "Kami tidak mau tinggalkan pelabuhan. Takut, kalau kapal tiba-tiba berangkat," imbuhnya.Berbeda dengan Rivai, penumpang lainnya, Aminah Kotarumalus lebih memilih membatalkan niatnya untuk pulang kampung. "Katanya ombak empat meter. Beta lebih baik batal berangkat daripada terjadi apa-apa," cetus perempuan itu.Bupati SBT, Abdullah Vanath, kepada detikcom via telepon selular meminta warganya agar menahan diri bepergian melalui jalur laut. Warga juga diimbau selalu melihat kondisi cuaca, angin, dan gelombang."Saya minta warga dapat menahan diri. Lihat kalau cuaca baik dan air laut tenang, baru berangkat. Tapi kalau gelombang dan angin kencang, saya mohon batalkan keberangkatan. Kasus KM Wahai Star harus jadi acuan kita. Jangan sampai terulang," pinta Vanath. (nvt/nal)


Berita Terkait