Diplomasi Ganda Perumit Nego DCA-ET dengan Singapura
Rabu, 25 Jul 2007 14:54 WIB
Jakarta - Penerapan strategi diplomasi ganda dalam negosiasi Implementing Arrangemet (IA) dalam Defence Cooperation Agreement (DCA) dan Extradition Treaty (AT) yang dilakukan Ali Alatas dan S Jayakumar memperumit masalah. Padahal pemerintah memiliki negosiator resmi, yaitu dari Departemen Luar Negeri."Mereka hadir sebagai apa di situ? Negosiator resmi kan tim Deplu, kenapa tiba-tiba ada Ali Alatas dan kawan-kawan? Harusnya posisi dia diperjelas di situ," kata Direktur Eksekutif ProPatria Hari T Prihartono yang dihubungi detikcom, Rabu (25/7/2007).Hari menyatakan, keberadaan Ali Alatas tersebut nantinya bisa djadikan titik yang membuat posisi diplomasi Indonesia sangat lemah. "Keberadaan aktor X yang tidak jelas posisi seperti itu akhirnya akan bisa ditunjuk sebagai biang kelemahan," ujarnya.Seperti diberitakan sebelumnya, mentoknya negosiasi IA dalam DCA dan ETdengan Singapura ini, akibat adanya strategi dilpomasi ganda yang diterapkan pemerintah. Ini terkuak dalam dokumen hasil pertemuan "Agreed Minutes of The 11th Meeting of Officials of The Proposed Singapore-Indonesia Extradition Treaty' yang dilakukan pada 22 April 2007 lalu di Singapura.
(zal/nrl)











































